Suara.com - Pihak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo menagih biaya perawaran korban kecelakaan Kapal Zahro Express di tengah laut di sekitar Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu, Jakarta. Kebanyakan korban luka bakar.
Direktur Medis dan Keperawatan RSCM, Ratna Dwi Restuti menjelaskan ada tiga korban luka bakar dari Kapal Zahro Express yang dirawat di rumah sakitnya. Kata dia belum ada konfirmasi soal pembayaran perawatan mereka. Namun RSCM telah melakukan penanganan terhadap tiga korban selamat yang mengalami luka bakar.
Empat korban selamat dirujuk ke RSCM. Tiga mengalami luka bakar yakni pria atas nama Homsari (42) mengalami luka bakar 2 persen, lelaki atas nama Adi Syahrifudin (25) terkena luka bakar 13 persen, perempuan atas nama Laras Mei Aliana (16) mengalami luka bakar 26 persen dan satu korban anak laki-laki yang diperbolehkan pulang atas nama Rifa Rizkiawan (8).
"Memang ada yang satu memiliki jaminan kesehatan nasional, BPJS. Kemudian yang 3 masih status umum. Tetapi pasien sudah kami tolong dan masalah pembiayaan yang tiga masih status umum tapi ya pasien sudah kita tolong jadi ya belum ada pembayaran. Tapi pertama pasien-pasien memang kita sudah tangani," ujar Ratna di RSCM, Jakarta Pusat, Senin (2/1/2017).
Jasa Raharja sebagai pihak asuransi juga belum memberikan konfirmasi mengenai biaya perawatan korban. RSCM akan menghubungi Pemprov DKI Jakarta terkait pembiayaan itu.
"Bisa dengan pemda kemudian kalau memiliki BPJS ya bisa digunakan,"katanya.
Sementara itu, Kepala Unit Luka Bakar RSCM Aditya Wardhana menuturkan tiga pasien yang dirawat mengalami luka bakar dan telah mendapatkan perawatan secara intensif.
"Yang 26 persen (Laras) itu trauma inhalasi artinya terkena hawa panas di daerah saluran napas dan yang satu lagi luka bakarnya kecil dua persen (Homsari), tapi riwayatnya sempat tenggelam jdi drowning. Dua pasien diback up dengan ventilator dan rencana kami akan besok untuk skop, dilihat ke dalam didaerah saluran pernapasannya sekaligus dibersihkan. Yang satu lagi yang 13 persen (Sahrifudin) kondisinya stabil, dia memerlukan perawatan luka kita tunggu nanti lukanya sampai sembuh,"ucapnya.
Sebanyak 23 korban meninggal dunia dalam insiden kebakaran kapal tersebut, dan 17 orang mengalami luka-luka, sedangkan 194 orang selamat. Dari 23 korban yang meninggal, tiga di antaranya berada di RS Atmajaya, dan 20 lainnya dibawa ke RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.
Baca Juga: KNKT Mulai Investigasi Penyebab Terbakarnya Kapal Zahro Express
Kapal wisata Zuhro terbakar setelah 15 menit bertolak dari Pelabuhan Kali Adem, Muara Angke. Saat ini kapal sudah berhasil ditarik oleh Kapal Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) di pelabuhan Muara Angke. Kondisi kapal gosong dan rusak berat.