Ahmad Dhani Tak Jadi Diperiksa Polisi Hari Ini, Kenapa Lagi?

Selasa, 20 Desember 2016 | 12:13 WIB
Ahmad Dhani Tak Jadi Diperiksa Polisi Hari Ini, Kenapa Lagi?
Ahmad Dhani [suara.com/Welly Hidayat]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Pemeriksaan terhadap Ahmad Dhani yang sedianya dilakukan penyidik Polda Metro Jaya, hari ini, ditunda. Ahmad Dhani akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka perkara dugaan makar Sri Bintang Pamungkas pada Kamis (22/12/2016).

"Iya, memang jadwal pemeriksaan Pak Ahmad Dhani dan Pak Buni Yani sempat dijadwalkan hari ini. Tapi ditunda ya, hari Kamis depan," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, Selasa (20/12/2016).

Argo belum menjelaskan secara rinci mengenai mengapa jadwal pemeriksaan terhadap Ahmad Dhani ditunda.

Jadwal hari ini merupakan penundaan agenda Jumat pekan lalu. Ketika itu, Ahmad Dhani juga tidak hadir.

Mengenai Buni Yani yang hari ini memenuhi panggilan, Argo mengapresiasinya.

"Ya, kalau Pak Buni datang hari ini, ya bagus berarti. Nggak masalah," ujar Argo.

Saat ini, Buni Yani sudah berada di Polda Metro Jaya. Dia juga akan dimintai keterangan sebagai saksi untuk Sri Bintang.

"Ya, itu dalam surat undangan saya kan dijadikan saksi, untuk Pak SBP yang bikin pidato di kolong tol jembatan Kalijodo. Itu saya nggak tahu menahu. Sebagai warga negara yang baik, saya datang ke sini. Jadi apa yang saya tahu ya, saya kasih tahu ya," ujar Buni Yani.

Kasus ini merupakan kelanjutan dari penangkapan yang dilakukan polisi terhadap 12 tokoh. Sebelas tokoh ditangkap pada Jumat 2 Desember, delapan di antaranya ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan makar. Satu tokoh lagi, Hatta Taliwang, ditangkap di kediamannya, rumah susun Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, pada Kamis (8/12/2016) dini hari.

Delapan orang yang ditetapkan menjadi tersangka dugaan upaya makar, yakni mantan anggota staf ahli Panglima TNI Brigadir Jenderal (purn) Adityawarman Thaha, mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (purn) Kivlan Zein, Sri Bintang Pamungkas, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Bidang Ideologi Rachmawati Soekarnoputri, aktivis Ratna Sarumpaet, Ketua Bidang Pengkajian Ideologi Partai Gerindra Eko Suryo Santjojo, aktivis Solidaritas Sahabat Cendana Firza Husein, dan tokoh buruh Alvin Indra Al Fariz.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI