Lulung: Ahok Menangis Itu Akting, Nangis Tapi Nggak Nyesal

Selasa, 13 Desember 2016 | 19:40 WIB
Lulung: Ahok Menangis Itu Akting, Nangis Tapi Nggak Nyesal
Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menjalani sidang perdana kasus dugaan penistaan agama di PN Jakarta Utara, Selasa (13/12). (AFP/Pool)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana (Lulung) menganggap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pura-pura menangis saat menyampaikan nota pembelaan atas dakwaan jaksa penuntut umum di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (13/12/2016).

"(Ahok) menangis itu acting, menangis, tapi nggak nyesal. Harusnya menyesal berkata-kata gitu. kan itu ucapan dia ya," ujar Lulung kepada Suara.com, Selasa (13/12/2016).

"Berarti nggak ada kata penyesalan, dia berkata gitu nggak? Iya berkata gitu, terus jadi masalah nggak? Iya karena banyak umat Islam yang protes terhadap komentar dia, lucu," Lulung menambahkan.

Lulung menduga Ahok ingin memanfaatkan persidangan untuk kampanye.

"Bagus, sampai bawa-bawa sejarah bapak angkat ya, lalu sejarah Gus Dur (mantan Presiden) minta ditayangin sembilan menit, itu mah mau kampanye kali," kata Lulung.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan mengatakan seharusnya Ahok tidak membandingkan persoalannya sekarang dengan pengalamannya dulu.

"Di dalam undang-undang juga sudah diatur. Setiap warga negara punya hak sama dalam pemerintahan, jangan menarik persoalan kepada orang lain, dia bersalah. Mulutmu harimaumu jangan menarik persoalan kepada orang lain," kata dia.

Sidang perdana hari ini beragendakan pembacaan dakwaan dan penyampaian nota keberatan dari Ahok serta tim pengacara.

Sidang berlangsung sampai sekitar jam 12.00 WIB. Sidang akan dilanjutkan pekan depan, Selasa (20/12/2016).

Di depan majelis hakim, Ahok menangis ketika menceritakan hubungannya dengan keluarga angkatnya yang muslim.

"Saya terlahir dari pasangan non muslim, namun saya juga diangkat oleh keluarga muslim," kata Ahok.

Ayah Ahok bernama Indra Tjahaja Purnama dan ayah angkatnya bernama Andi Baso Amir.

"Ayah saya dengan ayah angkat saya bersumpah untuk menjadi saudara sampai akhir hayatnya. Kecintaan ayah angkat saya terhadap saya sangat berbekas terhadap diri saya sampai dengan hari ini," kata Ahok sambil terisak.

Ahok menceritakan itu untuk menegaskan bahwa dia sama sekali tidak punya niat untuk menghina agama Islam karena itu sama saja dia menghina keluarganya sendiri.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI