Pengacara menceritakan situasi ketika Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menangis saat membacakan nota keberatan atas dakwaan jaksa penuntut umum di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, hari ini. Ahok menangis ketika bererita tentang hubungannya yang begitu dekat dengan keluarga angkatnya yang beragama Islam.
"Dia sangat sedih, bahwa sikap bathinnya dengan kultur yang selama ini membesarkan dia, dimana dia punya ibu angkat hidup di komunitas masyarakat muslim," ujar ketua tim pengacara Ahok, Sirra Prayuna, di gedung Pengadilan Negeri Jakarta Utara.
Dalam eksepsi, Ahok juga bercerita tentang sikap hidupnya yang selalu menjalankan amanah ibu angkatnya yaitu mengeluarkan 2,5 persen penghasilan untuk zakat atau infaq.
"Sesuai amanah ibu angkatnya, berzakat menjaga kerukunan beragama tetapi kok dia bisa dituduhkan melakukan penistaan agama untuk sebagai terdakwa dalam persidangan pagi ini," kata Sirra.
Ahok menegaskan bahwa dia sama sekali tidak bermaksud untuk menodai agama Islam. Ahok menegaskan tuduhan menghina agama itu tidak benar.
"Dia sangat sedih, bahwa sikap bathinnya dengan kultur yang selama ini membesarkan dia, dimana dia punya ibu angkat hidup di komunitas masyarakat muslim," ujar ketua tim pengacara Ahok, Sirra Prayuna, di gedung Pengadilan Negeri Jakarta Utara.
Dalam eksepsi, Ahok juga bercerita tentang sikap hidupnya yang selalu menjalankan amanah ibu angkatnya yaitu mengeluarkan 2,5 persen penghasilan untuk zakat atau infaq.
"Sesuai amanah ibu angkatnya, berzakat menjaga kerukunan beragama tetapi kok dia bisa dituduhkan melakukan penistaan agama untuk sebagai terdakwa dalam persidangan pagi ini," kata Sirra.
Ahok menegaskan bahwa dia sama sekali tidak bermaksud untuk menodai agama Islam. Ahok menegaskan tuduhan menghina agama itu tidak benar.
"Saya seperti orang yang tak tahu berterimakasih apabila tidak menghormati kitab suci dan agama orangtua angkat saya yang agamanya sangat taat," kata Ahok.
"Saya terlahir dari pasangan non muslim, namun saya juga diangkat oleh keluarga muslim," Ahok menambahkan.
Ayah Ahok bernama Indra Tjahaja Purnama dan ayah angkatnya bernama Andi Baso Amir.
"Ayah saya dengan ayah angkat saya bersumpah untuk menjadi saudara sampai akhir hayatnya. Kecintaan ayah angkat saya terhadap saya sangat berbekas terhadap diri saya sampai dengan hari ini," kata Ahok sambil terisak.
Melihat Ahok menangis, panitia persidangan kemudian memberikan tisu kepadanya.
"Bahkan uang pertama S2 saya dibayar oleh kakak angkat saya (Andi Analta Amir)," kata Ahok. "Saya seperti orang yang tidak tahu berterima kasih apabila saya tidak menghargai agama dan kitab suci orang tua dan kakak angkat saya Islam yang sangat taat."
Ahok bersedih karena dituduh menista agama Islam.
"Tuduhan itu sama saja dengan saya mengatakan saya menista orang tua angkat dan saudara-saudara angkat saya sendiri yang sangat saya sayangi dan juga sangat sayang kepada saya," kata Ahok.
Ahok menceritakan dalam kehidupan pribadi, dia banyak berhubungan dengan teman-teman muslim. Selain belajar dari keluarga angkat, Ahok mengatakan juga belajar dari guru-guru yang taat beragama Islam dari kelas 1 SD Negeri sampai dengan kelas 3 SMP Negeri.
Ayah Ahok bernama Indra Tjahaja Purnama dan ayah angkatnya bernama Andi Baso Amir.
"Ayah saya dengan ayah angkat saya bersumpah untuk menjadi saudara sampai akhir hayatnya. Kecintaan ayah angkat saya terhadap saya sangat berbekas terhadap diri saya sampai dengan hari ini," kata Ahok sambil terisak.
Melihat Ahok menangis, panitia persidangan kemudian memberikan tisu kepadanya.
"Bahkan uang pertama S2 saya dibayar oleh kakak angkat saya (Andi Analta Amir)," kata Ahok. "Saya seperti orang yang tidak tahu berterima kasih apabila saya tidak menghargai agama dan kitab suci orang tua dan kakak angkat saya Islam yang sangat taat."
Ahok bersedih karena dituduh menista agama Islam.
"Tuduhan itu sama saja dengan saya mengatakan saya menista orang tua angkat dan saudara-saudara angkat saya sendiri yang sangat saya sayangi dan juga sangat sayang kepada saya," kata Ahok.
Ahok menceritakan dalam kehidupan pribadi, dia banyak berhubungan dengan teman-teman muslim. Selain belajar dari keluarga angkat, Ahok mengatakan juga belajar dari guru-guru yang taat beragama Islam dari kelas 1 SD Negeri sampai dengan kelas 3 SMP Negeri.