Cerita Rahasia dari Dalam Padepokan Dimas Kanjeng

Siswanto Suara.Com
Kamis, 06 Oktober 2016 | 19:30 WIB
Cerita Rahasia dari Dalam Padepokan Dimas Kanjeng
Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (4/10/2016) [suara.com/Andi Sirajuddin]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Pelindung yang dinamai laskar Dimas Kanjeng menjaga padepokan siang malam. Mereka dipersenjatai kayu rotan atau biasa disebut panjelin. Konon, pajelin bisa membelah benda seberat satu ton.

Dulu, jalan masuk ke padepokan atau penghubung Desa Gading Wetan dengan Desa Wangkal sempat ditutup oleh pengawal Taat Pribadi. Jalan diportal mulai dari pintu masuk menuju padepokan dan sisi belakang pintu keluar, tepatnya di belakang rumah Taat Pribadi.

Disinyalir, penutupan jalan tersebut untuk menghalangi rencana polisi menciduk Taat Pribadi.

Namun, selang tiga hari usai penangkapan, polisi membongkar portal. Pembongkaran sempat ditentang pengikut.

Camat Gading, Slamet Haryanto, mengatakan ketika itu pengikut Taat Pribadi menutup jalan desa dengan alasan sedang ada acara di padepokan.

"Dulu memang ditutup. Tapi, setelah adanya penangkapan kemarin. Polisi sudah membuka. Alhamdulillah, sudah bisa dilewati warga," ujar Slamet.

"Jalan itu ditutup pihak padepokan sejak beberapa bulan terakhir. Mereka ijin hanya menutup jalan sementara karena ada kegiatan, ternyata jalannya ditutup terus-menerus sehingga warga tak bisa lewat. Pembongkaran portal itu oleh polisi sudah tepat," Slamet menambahkan. [Andi Sirajuddin]

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI