Penjualan Hewan Kurban di Berbagai Daerah Turun

Esti Utami Suara.Com
Sabtu, 10 September 2016 | 16:15 WIB
Penjualan Hewan Kurban di Berbagai Daerah Turun
Penjualan hewan Kurban di Jakarta. (suara.com/Kurniawan Mas'ud)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Penjualan hewan kurban di sekitar Kota Denpasar, Bali mengalami kelesuan, bahkan turun drastis dibanding tahun sebelumnya.

"Sejak seminggu jualan hanya laku 40 ekor kambing, padahal hari raya Idul Adha tahun lalu saya berhasil menjual 120 ekor," kata O'conk, seorang penjual ternak kambing di Dusun Wanasari yang lebih dikenal dengan Kampung Jawa, Kawasan Lumintang Denpasar, Sabtu (10/9/2016).

Ia menduga, lesunya pembelian hewan kurban kali ini akibat turunnya daya beli masyarakat lemahnya ekonomi dan bertepatan dengan tahun ajaran baru bagi anak-anak sekolah.

Harga seekor kambing bervariasi antara Rp 2 juta hingga Rp 5 juta tergantung ukuran kecil. O'conk yang sudah rutin menjual hewan kurban menjelaskan, pihaknya mendatangkan belasan kambing dari Pupuan dan Asah Goblek, Kabupaten Tabanan.

O'conk yang sudah 15 tahun menjual kambing baik untuk hewan kurban maupun kegiatan sehari-harinya, hasil penjualan kali ini yang paling kecil.

Sementara Karim yang juga penjual hewan kurban mengaku, persaingan cukup ketat antar penjual kambing.

"Di sini saja ada delapan penjual kambing yang terdiri dari lima penjual tetap dan tiga penjual musiman. Di tengah lesunya penjualan dan ketatnya persaingan tentu mempengaruhi tingkat penjualan secara umum," ujar Karim.

Ia mengaku, hasil penjualan hewan kurban juga menurun drastis, sampai saat ini baru laku sekitar 35 ekor, dibanding tahun sebelumnya lebih dari 100 ekor. Harga juga bervariasi antara Rp2 juta-Rp5 juta per ekor.

Kambing tersebut didatangkan dari Jawa yang dilengkapi dengan surat keterangan sehat dari daerah asal serta melalui pemeriksaan Balai Karantina di Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur dan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana.

Kepala Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan (Disnakanlut) Kota Denpasar Anak Agung Bayu Brahmasta dalam kesempatan terpisah menjelaskan, pihaknya melakukan pemeriksaan "ante mortem" dan "post mortem" hewan kurban di sejumlah penjual sapi dan kambing.

Pihaknya mencatat sebanyak 149 tempat pemotongan hewan yang tersebar di berbagai masjid dan musola di Denpasar. Pemeriksaan kesehatan "ante mortem" (sebelum hewan disembelih) telah berlangsung sejak Kamis (8/9), dan kembali dilakukan Jumat (9/9) dan Senin (12/9) usai penyembelihan akan dilakukan pemeriksaan post mortem (setelah daging dipotong). (Antara)

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI