Usai Bekuk Tiga Orang, Polisi Duga Ada Banyak Germo Gay Berondong

Senin, 05 September 2016 | 14:08 WIB
Usai Bekuk Tiga Orang, Polisi Duga Ada Banyak Germo Gay Berondong
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Mabes Polri Brigadir Jenderal Agung Setya dan tiga tersangka prostitusi gay online (pakaian warna orange) [suara.com/Welly Hidayat]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian Indonesia masih mendalami kasus perdagangan dan prostitusi anak untuk kaum gay. Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Mabes Polri Brigadir Jenderal Polisi Agung Setya menduga masih ada germo-germo lain, selain tersangka AR , E, dan U yang sudah lebih dulu dibekuk.

"Kami ingin terus mendalami, karena kemungkinan ada pelaku lainnya," ujar Agung di Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta, Senin (5/9/2016).

Agung menambahkan anak-anak yang menjadi korban prostitusi gay tercatat bertambah menjadi 148 orang.

"Kita peroleh bukti-bukti. Para korban dibawa oleh tersangka AR," katanya.

Agung mengatakan para tersangka memiliki pola yang berbeda untuk mencari anak-anak untuk dijual ke kaum gay.

"Hampir sama (polanya). Tapi tersangka punya spesifik sendiri mengolahnya, bagaimana cara dia mempekerjakan atau mengelola anaknya," kata Agung

Kasus ini terungkap pada Selasa (30/8/2016). Tersangka AR diringkus di salah satu hotel di Jalan Raya Puncak KM 75, Cipayung.
Setelah AR ditangkap, polisi menangkap dua tersangka lainnya, E dan U pada Rabu (31/8/2016) malam. U juga germo, sedangkan E berperan sebagai pembantu AR dalam menampung uang bayaran pelanggan gay.

Mereka menjual anak-anak itu dengan tarif minimal Rp1 juta. Bahkan pernah ada gay asal Malaysia yang membayar Rp10 juta. Sementara anak-anak itu hanya dibayar Rp100-an ribu oleh germonya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI