Kronologis Penangkapan Germo Prostitusi Gay Online di Puncak

Siswanto Suara.Com
Rabu, 31 Agustus 2016 | 21:55 WIB
Kronologis Penangkapan Germo Prostitusi Gay Online di Puncak
Konferensi pers kasus prostitusi gay online di Mabes Polri [suara.com/Kurniawan Mas'ud]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Badan Reserse Kriminal Polisi Republik Indonesia membongkar kasus perdagangan anak untuk kaum gay di Puncak, Bogor, Jawa Barat. Polisi menangkap AR (41), seorang germo setelah dijebak. Selain itu, polisi juga mengamankan tujuh dari 99 anak korban prostitusi.

Pembongkaran bisnis prostitusi online gay berawal dari temuan akun Facebook yang dikelola AR. Akun tersebut menampilkan foto-foto anak yang disediakan untuk kaum gay.

Lalu, tim cyber polisi menghubungi AR melalui Facebook dengan berpura-pura mau menjadi konsumen. Setelah itu, polisi diberi nomor telepon sekaligus nomor rekening untuk pembayaran uang muka.

"Kita yang pancing dan pesan awal mula komunikasi di Facebook, lalu diberikan nomor beserta rekening, akan diberikan sejumlah uang muka ditransfer," kata Kepala Badan Resere Kriminal Polri Komisaris Jendral Ari Dono di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Sampai akhirnya, AR ditangkap di Puncak, tepatnya di Hotel Cipayung Asri, Desa Cipayung Datar, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.

"Ketemu kontak fisik dan polisi langsung menangkap pelaku beserta korban," katanya.

Kepada polisi, tersangka mengaku memasang tarif Rp1,2 juta per anak. Setiap kali selesai transaksi, tiap anak hanya diberi Rp150 ribu.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, AR dikenakan pasal berlapis terkait Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, dan Undang-undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

Saat ini, polisi masih mengembangkan kasus tersebut. Polisi meyakini selain AR, masih ada mucikari yang lain untuk menyediakan anak-anak buat kaum gay. [Erlangga Bregas Prakoso]

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI