Mendikbud: Full Day School Bukan Berarti Belajar Penuh di Sekolah

Siswanto Suara.Com
Selasa, 09 Agustus 2016 | 06:30 WIB
Mendikbud: Full Day School Bukan Berarti Belajar Penuh di Sekolah
Hari pertama ajaran sekolah, para siswa berbaris di halaman SD Negeri 02 Menteng, Jakarta, Senin (18/7/2016). [suara.com/Oke Atmaja]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

DPR meminta Muhadjir mengkaji ulang gagasan sekolah full day school untuk tingkat SD dan SMP.

"Ya cobalah dikaji, kan. Saya khawatir, ganti menteri ganti kebijakan. Kemarin waktu saudara Anies (Baswedan) menjadi menteri, kurikulum yang sebelumnya sudah diputuskan, direvisi. Padahal itu juga sudah melalui proses anggaran yang cukup banyak. Nah kalau sekarang mau ada gagasan itu, coba dikaji lebih dululah sebelum dilempar ke publik," kata Wakil Ketua DPR Fadli Zon di DPR, Senin (8/8/2016).

Wakil Ketua Komisi X DPR Ferdiansyah menambahkan gagasan tersebut perlu dijabarkan lagi agar lebih jelas.

"Apa yang disiapkan kalau sekolah sampai jam 17.00 WIB?" kata Ferdiansyah.

Konsekuensi yang muncul atas kebijakan tersebut juga perlu dipertimbangkan. Misalnya, sebagian murid punya kewajiban membantu orangtua.

"Sudah dihitung belum konsekuensi logisnya? Dan perlu dilihat juga, itu kan sampai jam 17.00 WIB, jangan sampai anak jadi gampang letih," kata anggota Fraksi Golkar.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI