Mohamad Taufik Minta KPK Telusuri Isu Rp30 Miliar ke Teman Ahok

Kamis, 16 Juni 2016 | 16:51 WIB
Mohamad Taufik Minta KPK Telusuri Isu Rp30 Miliar ke Teman Ahok
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik kembali menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Senin (25/4). [suara.com/Oke Atmaja]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Wakil Ketua DPRD DKI dari Fraksi Gerindra Mohamad Taufik meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menelusuri adanya aliran dana sebesar Rp30 miliar dari pengembang kepada relawan Teman Ahok. Teman Ahok adalah komunitas pendukung Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok untuk maju di pilkada DKI Jakarta 2017 melalui jalur non partai politik.

Taufik menuturkan, KPK harus segera menemukan adanya dugaan uang tersebut, jika memang adanya aliran dana yang masuk ke Teman Ahok.

"Iya telusuri dong. Kalau memang ada, telusuri dong," ujar Taufik kepada Suara.com, Kamis (16/6/2016).

Kemarin, anggota DPR Komisi III  Junimart Girsang mempertanyakan adanya informasi yang ia terima bahwa ada aliran dana dari pengembang ke Teman Ahok.

"Kami dapat info, ada dana pengembang reklamasi sebesar Rp30 miliar untuk Teman Ahok. Dana tersebut disalurkan lewat Sunny dan Cyrus. Saya nggak tahu apakah KPK sudah memeriksa orang yang bernama Cyrus yang dipecat karena mengetahui aliran dana soal reklamasi ini. Tolong dijawab," kata Junimart.

Menanggapi hal tersebut, Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan kasus suap dalam pembahasan dua raperda reklamasi Teluk Jakarta akan segera dinaikkan tingkatnya.

"Reklamasi akan segera menaikkan ke penuntutan, masalah suapnya, masalah yang tadi disampaikan akan mengeluarkan surat penyelidikan, kelihatannya ada yang cukup besar dan perlu waktu cukup lama dan kita masih teliti," kata Agus.

Salah satu inisiator Teman Ahok Singgih Widiastono sudah membantahnya. "Tidak ada," kata Singgih kepada Suara.com.

Singgih mengaku kaget dengan munculnya isu tersebut. "Ini agak aneh, kok kami dibawa-bawa," tutur Singgih.

Agus Rahardjo menyatakan sedang menyiapkan surat perintah penyelidikan atas dugaan aliran uang dari pengembang kepada teman Ahok.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI