Isu Reshuffle, Pemilik Inter Milan Temui Jokowi

Kamis, 31 Maret 2016 | 13:08 WIB
Isu Reshuffle, Pemilik Inter Milan Temui Jokowi
Erick Thohir. (suara.com/Dwi Bowo Raharjo)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Pengusaha nasional Erick Thohir diam-diam datang ke Istana Kepresidenan untuk menemui Presiden Joko Widodo, Kamis (31/3/2016). Kedatangan Presiden club sepak bola Inter Milan ini tidak ada dalam jadwal agenda Presiden hari ini.

Tohir masuk menemui Jokowi melalui pintu samping I‎stana Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat. Mobilnya parkir di parkiran tempat biasa para Menteri, Pejabat Negara dan tamu.

Namun belum ada keterangan pers dari pihak Istana atas kedatangan Tohir tersebut.‎ Para awak media tengah menunggu‎ Tohir keluar, tetapi tiba-tiba mobil Toyota Alphard bernomor Polisi B 305 ET yang berada di parkiran keluar melalui pintu samping menuju kantor Kementerian Sekretariat Negara. Pintu samping yang bersebelahan dengan kantor Menteri Sekretaris Negara hanya biasa dilalui oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Mensesneg Pratikno.

Diduga Tohir keluar dari Istana melalui pintu Wisma Negara yang bersebelahan dengan kantor Kementerian Setneg untuk menghindari wartawan.

Hal itu menjadi penuh tanda tanya, apa yang dibahas Presiden Jokowi dengan Tohir. Ini menimbulkan spekulasi terkait rencana perombakan kabinet kerja atau reshuffle Menteri. Dari kabar yang beredar dilingkungan Istana, Presiden Jokowi tengah bersiap-siap melakukan reshuffle.

Sebelumnya, pada Senin (28/3) lalu Jokowi mendadak juga melakukan pertemuan diam-diam dengan pengusaha Arifin Panigoro dan mantan Menteri Perdagangan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Muhammad Lutfi.

Ketika itu, Lutfi enggan menjelaskan isi pertemuannya dengan orang nomor satu di republik ini. Dia hanya mengatakan bahwa pada hari ini, Kamis (31/3) akan ada suatu kejutan.

"Nanti tunggu saja hari Kamis. Nanti saya kasih tahu," ujar dia.

Dalam kesempatan yang sama, pengusaha Arifin Panigoro ketika itu pada hari ini ada hal yang lebih penting dari jabatan Menteri.

"Lebih dari itu (menteri)," kata dia singkat.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI