Sopir Bajaj Jadi 'Juru Kampanye' Dadakan Wanita Emas

Jum'at, 18 Maret 2016 | 15:14 WIB
Sopir Bajaj Jadi 'Juru Kampanye' Dadakan Wanita Emas
Mischa Hasnaeni Moein atau yang dijuluki Wanita Emas [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Satu-satunya wanita yang namanya sudah ramai dalam bursa calon Gubernur DKI Jakarta pada Tahun 2017 adalah, Husnaeni Moein. Perempuan yang sering dianggil Wanita Emas tersebut pun terus menggalang dukungan, agar mendapatkan simpati dari masyarakat DKI Jakarta.

Jumat(18/3/2016) hari ini, Husnaeni mendatangi Terminal Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dia menemui sopir Bus Meteomini dan Kopaja, Politikus Partai Demokrat tersebut dengan penuh semangat menyampaikan segala program dan janjinya jika terpilih jadi Gubernur DKI.

Salah satu yang ditemuinya adalah Ahmad (31) tahun, yang berprofesi sebagai sopir bajaj. Kepada Ahmad yang sedang menunggu penumpang di depan Pintu Keluar Terminal Blok M, Husnaeni berjanji akan membangun kontrakan yang bisa dijadikan milik pribadi setelah lima tahuk disewa.

"Pak saya calon Gubernur DKI Jakarta, ini kartu nama saya. Bapak tinggal dirumah sendiri atau kontrakan," kata Husnaneni menanykan Ahmad di Terminal Blok M.

"Saya tinggal di kontrakan Bu. Sebulan sewanya Rp650 ribu perbulan," jawab Ahmad.

"Begini Pak, kalau saya jadi Gubernur DKI nanti, saya punya program untuk membangun rumah, itu sebulan sewanya Rp500 ribu. Tapi setelah lima tahun, itu akan menjadi milik Bapak. Nanti saya sertifikatkan atas nama Bapak," kata Husnaneni menjelaskan programnya kepada Ahmad.

Tak puas dengan itu, lantas Wanita Emas pun bertanya dan meminta Kartu Tanda Penduduk (KTP) Ahmad.

"Bapak orang Jakarta bukan, mana KTPnya?," kata Husnaeni.

Setelah Ahmad memberikan KTPnya, Husnaeni pun memintanya untuk membantunya memperkenalkan dirinya kepada warga DKI yang lainnya.

"Sudah, nanti tolong dikasih tahu ke teman-teman ya, bahwa kalau Ibu jadi Gubernur, akan ada program sewa rumah selama lima tahun, kemudian jadi milik pribadi," kata Husnaeni.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI