IDI Desak Dinkes Tertibkan Klinik Alternatif

Jum'at, 08 Januari 2016 | 11:18 WIB
IDI Desak Dinkes Tertibkan Klinik Alternatif
Ilustrasi terapi chiropractic, pijat. (Shutterstock)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Wakil Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Daeng M Faqih SH MH mendesak Dinas Kesehatan DKI Jakarta menertibkan praktik klinik pengobatan alternatif.

Hal ini menyusul kematian putri mantan petinggi PLN, Allya Siska Nadia, usai menjalani terapi Chiropractic di Klinik Chiropractic First cabang Pondok Indah Mall, Jakarta Selatan.

"Karena adanya kejadian kematian maka Dinkes dan pihak berwenang lainnya harus menertibkan klinik serupa. Mereka juga harus memperketat izin pelayanan pengobatan alternatif dengan pertimbangan keselamatan orang yang menerima pengobatan tersebut," ujar dr Daeng kepada suara.com, Jumat (8/1/2015).

 Selain itu, IDI juga mendesak kasus kematian Allya ditindaklanjuti agar kasus serupa tak terulang. "Harus ditindak untuk memberikan pelajaran karena berkaitan dengan keselamatan pasien," imbuhnya.

Ia juga menegaskan bahwa Chiropractic sendiri tidak termasuk dalam kategori pelayanan kedokteran.

"Di luar negeri saja tidak jelas Chiropractor sebagai apa, ada yang mengaku dokter, ada yang menyebut dirinya Chiropractor saja. Di Indonesia IDI tidak mengakui chiropractic sebagai metode kedokteran," tutupnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI