Suara.com - Presiden Iran Hassan Rouhani membatalkan rencana kunjungan kenegaraannnya ke Italia dan Prancis menyusul serangan berdarah di kota Paris, Jumat (13/11/2015) malam waktu setempat. Pembatalan ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran yang dikutip biro berita IRNA.
"Menyusul insiden teroris di Paris dan setelah berkoordinasi dengan pihak terkait, Presiden Iran menunda kunjungannya ke Italia, Vatikan dan Prancis hingga keadaan dinyatakan aman," kata Menlu Iran Mohammad Javad Zarif seperti dikutip IRNA.
Rouhani mengutuk serangan tersebut dan menyebutnya sebagai kejahatan tak berperikemanusiaan.
Diberitakan sebelumnya, Teroris melakukan aksi bom dan serangan senjata di 6 titik, termasuk 2 restoran, gedung konser musik dan bar di luar stadion Stade de France. Aksi ini menewaskan sedikitnya 120 orang. Saat serangan terjadi, Presiden Hollande sedang menyaksikan pertandingan persahabatan antara Prancis dan Jerman. (Reuters]
Selain Prancis, Belgia juga mengumumkan akan menjaga ketat perbatasan dengan sejumlah negara Eropa, terutama yang berbatasan langsung dengan Prancis.Akibat kejadian ini, Hollande membatalkan kunjungannya ke Turki untuk menghadiri pertemuan G-20.