Suara.com - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menilai maraknya prostitusi secara daring (online) tidak semata disebabkan oleh persoalan ekonomi. Politisi PKB ini menilai ada faktor gaya hidup yang ikut memicu fenomena ini. Menurut dia, prostitusi daring sebetulnya sudah lama ada, dan bahkan ada mucikari yang mengkoordinasikan.
"Oleh sebab itu revolusi karakter dan restorasi sosial menjadi solusi, tidak semua pelaku prostitusi baik laki-laki maupun perempuan melakukannya karena faktor ekonomi," kata dia di Padang, Minggu (19/4/2015).
Ia menyampaikan hal itu saat tampil sebagai pembicara kunci dalam Konferensi Nasional Kesejahteraan Sosial ke VIII dengan topik 'Open Partnership dalam Pembangunan Kesejahteraan Sosial'.
Menurut dia, belum tentu mereka melakukan itu karena terjerat hutang atau kemiskinan, ada kecenderungan lebih karena gaya hidup dan ini adalah persoalan karakter yang harus dibenahi.
Ia mengatakan pihaknya telah menyampaikan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan agar melakukan penguatan pendidikan karakter di sekolah. Misalnya dalam satu minggu dapat diisi satu jam dengan materi kesehatan reproduksi dan hal lain yang disampaikan kepada murid-murid sehingga dapat mencegah praktik prostitusi, ujarnya.
Ia menambahkan prostitusi merupakan salah satu masalah sosial yang ada di masyarakat dan butuh keterlibatan semua pihak mengatasinya. (Antara)
Mensos: Pengaruh Gaya Hidup di Balik Maraknya Prostitusi Daring
Esti Utami Suara.Com
Minggu, 19 April 2015 | 15:55 WIB

Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
BERITA TERKAIT
Rekaman Pesta Seks Dijual! Polisi Ungkap Kasus Tukar Pasangan di Jakarta dan Bali
09 Januari 2025 | 23:05 WIB WIBREKOMENDASI
TERKINI