Suara.com - Militer Irak dan milisi Syiah melancarkan serangan besar-besaran terhadap pasukan ISIS di Provinsi Salahuddin, basis kelompok teror tersebut di utara Kota Baghdad. Informasi tersebut disampaikan oleh Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi, hari Minggu (1/3/2015).
ISIS menguasai sejumlah kota di Provinsi Salahuddin, termasuk Tikrit, kota kelahiran mantan diktator Irak, Saddam Hussein. ISIS juga mengendalikan sejumlah kota di tepian Kota Tigris.
"Perdana Menteri dan kepala angkatan bersenjata... mengumumkan dimulainya kampanye keamanan untuk membebaskan Salahuddin," bunyi pernyataan dari kantor Perdana Menteri Abadi
Melalui tayangan sebuah televisi lokal, Abadi menyatakan bahwa ISIS akan didesak untuk keluar dari Provinsi Salahuddin.
"Ini akan menjadi kesempatan terakhir mereka. Jika mereka bersikeras untuk tetap di jalan mereka yang salah, mereka akan menerima hukuman yang pantas mereka terima karena mereka... berpihak pada terorisme," ujar Abadi.
Ribuan tentara dan milisi yang menamakan diri Hashid Shaabi (Mobilisasi Populer) telah dimobilisasi untuk perang melawan ISIS di Salahuddin. Sebenarnya, ini bukan upaya pertama yang dilakukan untuk mengusir ISIS dari Salahuddin. Sebelumnya, beberapa usaha untuk membersihkan Tikrit dari ISIS selalu menemui kegagalan. (Reuters)