Suara.com - Kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dikabarkan tengah dilanda krisis keuangan. Untuk mengatasi masalah itu, kelompok radikal itu memutuskan untuk menjual jenazah pejuang Kurdi dengan harga 10 ribu dolar Amerika (Rp125 juta) hingga 20 ribu dolar Amerika (Rp250 juta).
Krisis keuangan yang tengah dilanda ISIS ditulis oleh media Jerman, Frankfurter Allgemeine Sonntagzeitung. Koran itu menulis, serangan udara yang dilakukan Amerika telah melumpuhkan kondisi keuangan kelompok radikal tersebut.
Serangan udara telah mengenai ladang minyak yang dikuasai ISIS dan mereka mencari jalan lain untuk menghasilkan uang. Salah satunya adalah dengan menjual jenazah pejuang Kurdi.
“ISIS tengah mengalami masalah keuangan dan mereka menawarkan jwnazah para pejuang Kurdi dengan uang,” kata sumber koran tersebut.
Sementara itu, harian The Guardian menulis, ISIS juga mulai melakukan kompromi dalam menjalankan bisnis di kota Raqqa, Suriah. Sebelumnya, kelompok itu akan menghukum langsung pelaku kejahatan seperti merokok atau tidak menutup toko saat waktu sembahyang.
Kini, para pemilik toko tetap diizinkan untuk membuka tokonya saat waktu sembahyang asalkan membayar 8 dolar Amerika. Belum ada konfirmasi dari ISIS terkait laporan krisis keuangan tersebut yang dilansir dua media Barat. (IBTimes)
ISIS Mulai Dilanda Krisis Keuangan
Doddy Rosadi Suara.Com
Selasa, 24 Februari 2015 | 13:20 WIB

Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
BERITA TERKAIT
Serangan Udara AS di Somalia Tewaskan Tokoh Kunci ISIS, Siapa?
03 Februari 2025 | 10:24 WIB WIBREKOMENDASI
TERKINI
News | 01:16 WIB
News | 23:31 WIB
News | 22:47 WIB
News | 22:37 WIB
News | 21:30 WIB