Cuaca Buruk, Harga Ikan di Jayapura Melambung

Siswanto Suara.Com
Jum'at, 09 Januari 2015 | 12:50 WIB
Cuaca Buruk, Harga Ikan di Jayapura Melambung
Nelayan [suara.com/Kurniawan Mas'ud]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Beberapa hari terakhir, tangkapan ikan para nelayan di Kota Jayapura, Papua, tidak maksimal akibat angin kencang dan ombak tinggi di laut. Hal ini mengakibatkan harga komoditi ini melambung tinggi.

Tidak hanya yang menggunakan boat, nelayan pukat darat juga mengalami kesulitan mendapatkan ikan. Jaring yang sudah ditebar hanya mampu menghasilkan ikan yang kecil-kecil. Akibatnya, para mereka terpaksa menyortir hasil tangkapan yang layak dijual.

"Ya tidak seperti biasa sih, jika jaring ditebar selalu dapat ikan berukuran sedang, tapi akhir-akhir ini ikan yang terjaring hanya yang kecil-kecil saja, ya terpaksa kita pilih mana yang bisa dijual," kata Laode, salah seorang nelayan kepada suara.com di Pasar Ikan Hamadi, Kota Jayapura, Jumat (9/1/2015).

Sebagian nelayan lagi memilih tidak melaut. Di kawasan Tempat Pelelangan Ikan Hamadi, saat ini hanya tampak kapal-kapal nelayan bersandar.

Sejumlah nelayan mengaku takut mengambil resiko karena saat ini gelombang laut sedang tak bersahabat.

"Aduh kalau gelombang laut sedang tinggi dan angin juga kencang, kita takut melaut karena ini berhubungan dengan nyawa," kata nelayan bernama Rohim.

Akibat tangkapan nelayan minim, harga ikan di pasar melambung. Misalnya, ikan ekor kuning biasanya Rp60 ribu per ekor, sekarang naik mencapai Rp20 ribu per ekor, ikan gembung biasanya Rp30 ribu per tumpuk sekarang naik menjadi Rp60 ribu per tumpuk.

Hanya ikan darat (air tawar) yang harganya masih terjangkau, seperti ikan mujair dijual seharga Rp35 ribu per kilogram dan ikan lele Rp30 ribu per kilogram. (Lidya Salmah)

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI