Janda Muda Pejuang ISIS Pamer Foto Bocah dan Pizza di Twitter

Ruben Setiawan Suara.Com
Senin, 22 Desember 2014 | 11:46 WIB
Janda Muda Pejuang ISIS Pamer Foto Bocah dan Pizza di Twitter
Foto pizza dan kue coklat yang diunggah Umm Khattab ke Twitter. (Twitter)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Seorang janda muda pejuang Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengunggah sebuah foto yang memperlihatkan seorang bocah lelaki sedang membawa sebuah senapan mainan. Di belakang anak itu, terbentang sebuah bendera ISIS.

Sang janda adalah Umm Khattab, seorang perempuan asal London, Inggris yang suaminya, pejuang ISIS, terbunuh dalam pertempuran di Suriah. Bersama foto itu dituliskan kalimat: "Generasi selanjutnya, jika Yang Kuasa mengizinkan".

Bocah yang diperkirakan berusia 4 tahun itu diduga bukan putra dari Umm Khattab. Sebaliknya, ibunda si bocah kemungkinan adalah Khadijah Dare, seorang perempuan asal Lewisham, London, yang meninggalkan Inggris untuk bergabung bersama ISIS dan menikahi seorang pejuang ISIS asal Swedia bernama Abu Bakr. Pasangan suami istri tersebut diyakini tinggal di Manjib, sebuah kawasan di Suriah bagian utara, bersama para istri pejuang ISIS lainnya.

Si janda yang kabarnya masih berusia 18 tahun itu juga mengunggah sejumlah foto makanan seperti pizza dan kue coklat. Menurutnya, makanan-makanan spesial itu didapatnya lantaran ia adalah janda dari pejuang yang mati syahid.

Lansiran The Sunday Times, Khattab, yang suaminya tewas dalam pertempuran di Kota Kobane, dekat perbatasan Suriah dengan Turki, juga mengunggah foto makanan dari Kobane. Salah satu diantaranya adalah minuman dari kios penjaja kopi Starbucks.

ISIS memang dikabarkan terus menyasar remaja-remaja putri untuk bergabung dengan kelompoknya. Pekan lalu dilaporkan bahwa kelompok ekstrimis di London menawari banyak uang bagi remaja putri Inggris yang bersedia menikahi pejuang ISIS.

Hal ini terungkap lewat sebuah investigasi yang dilakukan The Times selama tiga bulan. Kabarnya, dua reporter media tersebut menyamar menjadi simpatisan ISIS untuk mengetahui lebih jauh soal praktik perekrutan kaum remaja. (Dailymail)

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI