Suara.com - Sejumlah warga terutama petani, pedagang dan buruh, rela tidak melakukan aktivitas karena ingin menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Gorontalo.
Aton Pulu, salah seorang pedagang bakso di Kota Gorontalo, Jumat (5/12/2014), mengatakan, sengaja tidak beraktivitas selama sehari hanya karena ingin melihat dari dekat pejabat yang mempopulerkan istilah blusukan ini.
"Saya bangga dengan Pak Jokowi, sebab saat pelantikan jadi Presiden, pedagang bakso sempat disingung," kata Ato.
Menurut dia, para pedagang bakso sangat mengidolakan sang Presiden Jokowi, sebab begitu peduli dengan kehidupan rakyat kecil, dan banyak blusukan ke pasar hanya ingin melihat dan mendengar keluh kesah pedagang kecil.
Dia menjelaskan, pada pedagang bakso tidak merasa rugi karena tidak berjualan sehari, asalkan dapat melihat dari dekat Presiden Jokowi bersama rombongan yang mengikutinya.
Lain lagi penuturan Nasir Husin, seorang buruh bangunan mengatakan, biasanya sejak pagi hari telah melaksanakan aktivitas sebagai buruh bangunan, namun untuk kedatangan Presiden kali ini tidak bekerja, karena ingin menyambut orang nomor satu di Indonesia.
"Pak Jokowi sangat merakyat dan memperhatikan nasib orang kecil, sehingga wajib kami untuk menyambutnya," kata Nasir, saat ditemui di jalan Agus Salim. [Antara]