Namun, yang menjadi dilema adalah, pemerintah belum siap menerima para pembelot ini kembali ke kampung halaman. Pemerintah takut mereka melakukan serangan di negeri sendiri. Buktinya, 76 dari sekitar 100 pejuang ISIS yang kembali ke Prancis, dijebloskan ke dalam penjara.
Untuk itu, sekelompok pengacara di Prancis membentuk wadah, mewakili keluarga para pejuang ISIS di Prancis untuk meyakinkan pemerintah agar memperbolehkan mereka pulang. Sebelumnya diberitakan soal seorang mahasiswa India yang memutuskan pulang setelah hanya diperintah membersihkan toilet oleh ISIS. (Telegraph)