ISIS Larang Perempuan Pakai Alat Kontrasepsi

Ruben Setiawan Suara.Com
Senin, 01 Desember 2014 | 18:27 WIB
ISIS Larang Perempuan Pakai Alat Kontrasepsi
Warga minoritas Yazidi dari Kota Sinjar melarikan diri dari kejaran ISIS ke perbatasan Suriah. (Reuters/Rodi Said)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) menutup divisi keluarga berencana di rumah sakit umum di Mosul, kota si Irak yang mereka kuasai. Tujuannya, ISIS ingin mencegah perempuan menggunakan obat dan perlengkapan kontrasepsi lainnya.

Informasi tersebut disampaikan oleh Kementerian Hak Asasi Manusia Irak pada hari Senin (1/12/2014). Selain itu, ISIS juga dikabarkan meminta pihak rumah sakit menggunakan obat dan perlengkapannya guna mengobati anggota mereka yang luka dalam pertempuran dengan pasukan koalisi.

Menurut kementerian tersebut, militan ISIS juga baru-baru ini dilaporkan mencambuki seorang dokter perempuan di halaman sebuah rumah sakit. Penyebabnya, dokter perempuan itu tidak mengenakan kerudung.

Beberapa bulan lalu, mantan kepala divisi hak asasi manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa Navi Pillay mengutuk serangkaian kejahatan yang dilakukan ISIS di Irak. Beberapa kejahatan yang mereka lakukan antara lain pembunuhan, perbudakan, pelecehan seksual, dan menyerang orang lain berdasarkan etnis dan agama yang mereka peluk.

Menurut Navi Pillay, pelanggaran ISIS yang dicatat oleh para penyidik hak asasi manusia PBB, dapat dikategorikan ke dalam kejahatan kemanusiaan dan kejahatan perang berdasarkan hukum internasional. (Al Arabiya)

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI