Empat orang pengajar asal Prancis terancam dipecat setelah tampil dalam sejumlah foto meniru aksi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) memenggal tawanannya. Yang menjadi masalah adalah bahwa mereka melakukan aksi mereka di depan anak-anak kecil di sebuah acara kemah liburan.
Keempat pengajar yang kesemuanya lelaki itu mengambil 18 foto mereka sendiri yang sedang meniru aksi pemenggalan tawanan Barat oleh ISIS. Dalam sebuah foto, salah satu guru tampak berlutut di tanah dengan sebuah surat kabar di tangannya. Di belakangnya berdiri seorang lelaki bertopeng yang menodongkan pisau ke lehernya.
Seorang anak yang menyaksikan pertunjukan tersebut terlihat di latar belakang foto. Foto-foto tersebut diambil dalam sebuah kemah anak-anak berusia 8 hingga 12 tahun di Pulau Groix, Brittany, Prancis, Agustus lalu.
Adalah Wali Kota setempat, Nicole Goueta yang menemukan foto-foto tersebut. Ia mengaku menemukan foto tersebut di dalam sebuah media penyimpanan data ketika sedang mempersiapkan gelaran pameran liburan musim panas di wilayahnya.
Kini, Nicole mengajukan tuntutan hukum terhadap keempat guru tersebut. Keempatnya dituduh mengagungkan terorisme.
"Orang-orang ini adalah pengasuh dan pendidik. Orang mempercayakan anak-anak mereka untuk mereka rawat. Ini perbuatan yang tidak bisa diterima," kata Nicole.'
"Kini terserah pada polisi dan pengadilan untuk menentkan apakah para manajer (pelaku dalam foto) menerima teori radikalisme," tutup Nicole. (Mirror)