Tolak Nikahkan Putrinya, Sekeluarga Dibantai ISIS

Ruben Setiawan Suara.Com
Senin, 17 November 2014 | 17:42 WIB
Tolak Nikahkan Putrinya, Sekeluarga Dibantai ISIS
Pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi. (Reuters)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) membantai sebuah keluarga yang menolak menikahkan putri mereka dengan seorang pejuangnya. Informasi tersebut disampaikan oleh Kementerian Hak Asasi Manusia Irak.

Dalam sebuah pernyataan yang dimuat di situs kementerian tersebut hari Minggu (16/11/2014) disebutkan bahwa militan ISIS mengeksekusi kelima anggota keluarga yang terdiri atas ayah, ibu, dan tiga anak. Setelah menghabisi nyawa kelimanya, ISIS menculik putri mereka yang masih berusia 14 tahun ke lokasi yang tidak diketahui.

Menurut informasi kementerian, keluarga tersebut menolak menikahkan sang putri dengan Jamal Saddam, salah satu militan ISIS yang dikenal dengan nama Abu Abdallah.

Namun, tidak disebutkan di mana dan kapan pembantaian itu terjadi. Kementerian Hak Asasi Manusia Irak menyebut aksi itu sebagai "kejahatan mengerikan".

ISIS menjadi berita besar sejak awal tahun ini. Kelompok yang disebut-sebut berakar dari kelompok teroris Al-Qaeda ini menyatakan kekhalifahan di atas tanah Irak dan Suriah yang mereka rebut. Hingga kini, upaya yang dilakukan negara-negara Barat dan Arab untuk mengalahkan ISIS belum memberikan hasil yang signifikan. (Al Arabiya)

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI