Kampanye Di Aceh, JK Cerita Peran Damaikan Konflik

Laban Laisila Suara.Com
Kamis, 05 Juni 2014 | 14:50 WIB
Kampanye Di Aceh, JK Cerita Peran Damaikan Konflik
Calon Wakil Presiden Jusuf Kalla menjamu grup band Slank di kediaman Jusuf Kalla di Jalan Brawijaya Raya No.6, Jakarta, Senin (2/6). [suara.com/Adrian Mahakam]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Calon Wakil Presiden Jusuf Kalla menceritakan perannya saat mendamaikan konflik aceh yang berlangsung sekitar 30 tahun saat berkampanye di Nanggroe Aceh Darrusalam (NAD), Kamis (5/6/2014).

Pengalamannya dia ceritakan sejak menjabat sebagai menteri di era kepemimpinan Megawati sampai saat menjabat sebagai Wakil Presiden di era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Saya merasa beruntung mengalami tiga masa di Aceh. Jaman konflik saya Menkokesra sehinga bisa melihat pengungsi. Dikawal panser,” ungkapnya.

Dia juga menyampaikan saat memimpin operasi pemulihan pasca tsunami menerjang Aceh.

“Saya melihat bencana itu, bagaimana ratusan ribu rakyat Aceh meninggal. Bagaiman seluruh harta benda di Aceh habis,” seru JK lagi.

Menurutnya dimasa-masa seperti itulah dia berfikir untuk mendamaikan Aceh yang didorong untuk melakukan pemulihan tsunami.

“Bagaimana mungkin apapbila perbaikan itu dikawal dengan tentara,” kata JK.

“Maka perdamaianlah solusinya dan penghentian konflik lah soslusinya. Kita mulai dengan upaya doa dan niat baik, kita selesaikan dengan baik,” tambahnya lagi.

Dia juga bercerita sempat ditantang oleh Ketua Partai Nasdem Surya Paloh, yang mendampinginnya ke Aceh, untuk bisa menyelesaikan konflik dalam enam bulan.

“Saya bilang kurang dari enam bulan bisa kita diselesaikan,” tegas JK.

Dia juga berkelakar soal singkatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) saat bertemu dengan para pimpinan GAM di Swedia.

“Saya dari Makassar. Kita ubah GAM jadi Gerakan Aceh Makassar,” candanya.

JK didapuk menjai pendamping Capres Joko Widodo (Jokowi) yang hari ini berkunjung ke Papua. Dua pasangan ini didukung oleh lima partai.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI