Agak Tegang, Naskah Deklarasi Pemilu Damai Diteken Capres-cawapres

Laban Laisila Suara.Com
Selasa, 03 Juni 2014 | 21:31 WIB
Agak Tegang, Naskah Deklarasi Pemilu Damai Diteken Capres-cawapres
Capres-cawapres Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK mengambil undian nomer urut di gedung KPU, Jakarta, Minggu (1/6). [suara.com/Bowo Raharjo]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Dua kandidat pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo - Jusuf Kalla  dan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa malam ini, Selasa (3/6/2014), membacakan naskah Deklarasi Pemilu Berintegritas dan Damai yang difasilitasi Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Naskah ini juga dibubuhi tandatangan dua capres di sebuah prasasti. Pasangan Prabowo Subianto - Hatta Rajasa didampingi ketua tim sukses Mahfud MD terlebih dahulu maju, disusul oleh pasangan Joko Widodo - Jusuf Kalla didampingi ketua tim sukses Tjahjo Kumolo.

Pantauan di lokasi deklarasi, suasana penandatanganan deklarasi agak tegang dan kurang santai. Capres Prabowo Subianto dan Joko Widodo langsung bersalaman di depan mimbar, namun tidak saling sapa. Sementara, calon wakil presiden Hatta Rajasa dan Jusuf Kalla, tampak lebih santai. Usai berjabat tangan tampak saling berbisik.

Berikut  isi naskah deklarasi damai pemilu.

Deklarasi Presiden Dan Wakil Presiden Pemilu Berintegritas dan Damai

Kami Calon Presiden dan Wakil Presiden Indonesia peserta Pemiu Presiden Tahun 2014, beserta tim kampanye dan para pendukung, dengan semangat persatuan dan persaudaraan, kepada seluruh rakyat Indonesia dan menyatakan siap menciptakan pemilu berintegritas dan damai demi terwujudnya Indonesia dan demi kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945.

Jakarta 3 Juni 2014.

Acara berlangsung di Bidakara, Pancoran, dihadiri oleh pimpinan KPU, Bawaslu, tim sukses masing-masing calon dan sejumlah pejabat tinggi negara. Setelah membacakan deklarasi, dilanjutkan dengan penandatanganan deklarasi.

Usai penandatangan, kedua calon presiden diberi waktu untuk bicara selama maksimal 5 menit. Baik Prabowo maupun Joko Widodo memanfaatkan pidato tersebut dengan memberikan komitmen untuk melangsungkan pemilihan presiden secara damai dan siap menang dan siap kalah.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI