Jokowi Masih Populer, Elektabilitas Prabowo-Hatta Naik

Laban Laisila Suara.Com
Selasa, 03 Juni 2014 | 17:50 WIB
Jokowi Masih Populer, Elektabilitas Prabowo-Hatta Naik
Capres-cawapres Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK mengambil undian nomer urut di gedung KPU, Jakarta, Minggu (1/6). [suara.com/Bowo Raharjo]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Lembaga survei Populi Center merilis hasil surveinya yang menyebutkan popularitas kandidat capres Joko Widodo (Jokowi)) masih tinggi ketimbang lawannya Prabowo Subianto.

Dari survei yang dilakukan pada periode 24-29 Mei 2014, Populi menggambarkan popularitas Jokowi mencapai 42,4 persen dibandingkan Prabowo yang berkisar di angka 35,5, persen.

Survei Populi Centre ini melibatkan 1500 responden di seluruh Indonesia dengan margin error sekitar dua persen.

Sementara jika dipasangkan dengan kandidat cawapres, elektabilitas atau keterpilihan duet Prabowo-Hatta Rajasa terus meningkat dan terus menyusul pasangan Jokowi-Jusuf Kalla (JK)

Secara berpasangan, Jokowi-JK masih unggul dengan angka 47,5% dibanding pasangan Prabowo-Hatta yang hanya 36,9% dengan 15,6% responden yang belum memiliki Capres-Cawapres pilihan," kata peneliti Populi Nico Harjanto dari rilis yang disampaikan hari ini, Selasa (3/6/2014).

Tingginya elektabilitas Jokowi karena masyarakat menganggap bahwa capres yang diusung lima partai itu memiliki kapabilitas dalam memimpin Indonesia ke depan dan mampu memajukan posisi Indonesia menjadi lebih baik.

"Sebanyak 72 persen responden mengatakan Jokowi-JK mampu memimpin Indonesia, sementara pasangan Prabowo-Hatta berkutat di angka 69,3 persen,” tambah Nico.

Sedangkan keyakinan masyarakat akan kemampuan memajukan Indonesia, pasangan Jokowi-JK memperoleh dukungan 54,5 persen dan 49,2 persen untuk pasangan Prabowo-Hatta.

Meskipun demikian, kompetisi Pilpres akan semakin ketat dan sengit karena elektabilitas Prabowo kian hari kian meningkat.

"Elektabilitas Prabowo semakin meningkat, sehingga selisihnya akan semakin kecil," tambah Direktur Populi Center, Usep S.Ahyar.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI