Jokowi: Muka Ndeso Rezeki Internasional

Laban Laisila Suara.Com
Senin, 02 Juni 2014 | 17:55 WIB
Jokowi: Muka Ndeso Rezeki Internasional
Capres Joko Widodo (Jokowi) naik delman di Yogjakarta, Senin (2/6/2014). [Suara.com/Bagus Santosa]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Calon presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku mulai resah dengan tudingan yang menyindir dirinya, termasuk soal anggapan yang menyebut Jokowi hanya seorang tukang kayu.

"Saya dibilang cuman tukang kayu, tukang mebel dan nggak ngerti ekonomi. Sekarang saya sombong dikit, saya loh pengusaha kayu dan mebel itu eksportir ke Eropa dan Amerika. Itu saya paham bagaimana caranya me-manage ekonomi, sampai ekspor lagi," kata Jokowi saat bertemu relawan yang tergabung dengan Seniman dan Budayawan Se-Yogyakarta, di Gedung Persaudaraan Djamaah Haji Indonesia (PDHI), Yogyakarta, Senin (2/6/2014).

Dia juga mengatakan kekesalannya ketika disinggung wajahnya yang tampangnya ndeso dan tidak mampu memimpin republik ini. Sambil berkelakar, Jokowi mengatakan bila dirinya berpengalaman di bidang importir mebel.

"Saya ini loh dibilang muka ndeso, ndak apa-apa muka ndeso yang penting rezekinya internasional," ujarnya dengan tertawa.

Dalam kesempatan ini, Jokowi juga menceritakan tentang maksud kedatangannya. Dia mengaku rindu Yogyakarta karena pernah tinggal lima tahun di sana.

"Sudah ah, lama-lama saya jadi sombong," tutup Jokowi dan ditimpali sorak sorai pendukung Jokowi.

Hari ini, Jokowi-JK juga bertemu dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X di Keraton Yogyakarta.

Jokowi menyampaikan siap meniru gaya kepemimpinan Sultan yang merakyat. Sementara Sultan berpesan agar kedua kandidat mengabdi untuk rakyat jika terpilih pada 9 April nanti.

Usai pertemuan yang berlangsung selama satu jam, Sultan mengatakan punya harapan besar bila pasangan ini menjadi pemimpin nantinya.

"Bilamana beliau mendapat kesempatan memimpin, harapan saya hanya satu, bagaimana seorang pemimpin mendapat amanah dengan kekuasaan yang besar, harapan saya kekuasaan itu harus diabdikan pada seluruh rakyat," tutur Sultan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI