Demokrat Belum Rencana Beri Sanksi Buat Kader yang Dukung Pasangan Capres

Laban Laisila Suara.Com
Sabtu, 31 Mei 2014 | 17:56 WIB
Demokrat Belum Rencana Beri Sanksi Buat Kader yang Dukung Pasangan Capres
Simpatisan Partai Demokrat pada saat kampanye.(Antara/Yudhi Mahatma)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Partai Demokrat belum berencana memberikan sanksi kepada para kader dan pengurusnya yang sudah menentukan pilihan untuk mendukung salah capres cawapres dan tidak menunggu arahan partai.

Wakil Sekjen Partai Demokrat Ramadhan Pohan mengatakan, partai berlambang bintang mersi itu masih membebaskan kader dan pengurusnya sampai setelah 1 Juni mendatang.

Rencananya pada 1 Juni, pasangan capres cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa akan memaparkan visi misinya dihadapan seluruh pengurus dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Bagi individu kader Demokrat yang merapat kepada kubu capres yang ada, tidak ada sangksi diberikan kepada mereka,” kata Ramadhan saat diwawancarai melalui telepon, Sabtu (31/5/2014).

Fakta adanya dukungan yang terbelah di dalam pengurus dan kader Demokrat justru diakui Ramadhan, bakal dicermati oleh pengurus dan SBY untuk mengambil keputusan.

“Bisa jadi mendukung salah satu pasangan capres atau menyerahkan pilihan masing-masing di TPS,” ujar Ramadhan.

Seperti dikutip sejumlah media terdapat nama-nama kader dan pengurus Demokrat secara terbuka mendukung dua pasangan capres cawapres.

Dahlah Iskan yang juga kader dan Anggota Dewan Kehormatan Demokrat Suaedy Marasambessy menyatakan mendukung Joko widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK), sementara salah seorang anggota Dewan Kehormatan Demokrat yang mendukung Prabowo-Hatta yakni Marzuki Alie.

“Yang pasti Demokrat tidak akan golput,” terang Ramadhan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI