Suara.com - Tim Advokasi Prabowo-Hatta siang ini, Senin (26/5/2014), melaporkan aksi kampanye hitam kepada bakal calon presiden (capres) Prabowo Subianto dan calon wakil presiden (cawapres) Hatta Rajasa ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
Ada tiga isu kampanye hitam yang diklaim sebagi fitnah dan paling sering muncul untuk menjatuhkan citra pasangan itu. Ini dia tiga kampanye hitam versi Juru Bicara Tim Advokasi Prabowo-Hatta, Habiburokhman:
1. Penculikan aktivis 1998
Isu sudah menyebar luas dan menyebut bahwa Prabowo Subianto terlibat kasus penculikan dan kasus kerusuhan 1998. Habiburokhman menyatakan isu ini sebagai fitnah daur ulang.
2. Warga negara Yordania
Soal Prabowo Subianto yang pernah meminta kewarganegaraan Yordania pada tahun 1999. Fitnah tersebut disebarkan oleh akun twitter @partaisocmed pada tanggal 24 Mei 2014.
3. Pukul orang saat di KPU
Ketiga adalah isu Prabowo Subianto memukul seseorang pada saat pendaftaran capres ke Komisi Pemberantasan Umum (KPU) 20 Mei 2014 lalu. Fitnah itu dilakukan dengan menyebarkan rekamanan video yang gambarnya tidak jelas dan durasinya singkat lewat media internet.
Laporan tim advokasi Prabowo juga menyertakan sejumlah bukti yang dianggap berkaitan dengan kampanye hitam terhadap Prabowo, diantaranya print-out kutipan twitter akun @partaisocmed pada tanggal 2s Mei lalu.
Di point 45 twit @partaisocmed menyebutkan bahwa Prabowo memang pernah secara aktif meminta kewarganegaraan Yordania.