Lebih jauh, pejabat Deplu AS itu pun menambahkan bahwa negaranya tetap "berkomitmen menjalin hubungan dekat dengan Indonesia dan berharap hubungan itu terus berlanjut." Sementara itu, salah seorang pengamat pun berpandangan bahwa sebagaimana Modi, Prabowo kemungkinan juga akan diberikan visa yang sama jika terpilih di Pilpres kelak.
Ernie Bower, pakar Asia Tenggara di Center for Strategic and International Studies (CSIS), menilai bahwa beberapa perkembangan terakhir di Asia Tenggara, mulai dari status darurat di Thailand hingga pendaftaran capres Prabowo, memang harus menjadi bahan pemikiran baru bagi pemerintah AS. Seperti diketahui pula, AS belakangan berupaya memperkuat pengaruh di Asia Tenggara, terutama seiring beberapa langkah agresif Cina di kawasan itu.
"Bagi Pemerintah AS, hal paling penting adalan fokus pada mandat (suara) rakyat Indonesia. Washington harus mendukung dan bekerja sama dengan kandidat mana pun yang terpilih nanti," kata Bower pula. (Reuters)