Megawati Sebut Cak Imin 'Anak yang Hilang'

Laban Laisila Suara.Com
Rabu, 14 Mei 2014 | 15:21 WIB
Megawati Sebut Cak Imin 'Anak yang Hilang'
Capres PDI Perjuangan Joko wi berkunjung ke Kantor DPP PKB di Jalan Raden Saleh 1 Jakarta, Sabtu (12/4). [suara.com/Adrian Mahakam]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri rupanya pintar bercanda soal lamanya keputusan koalisi PDIP - PKB untuk mendukung bakal calon presiden Joko Widodo (Jokowi).

Megawati menyebut Ketua Umum PKB Muhaimin yang kerap disapa Cak Imin sebagai anak yang hilang. Bahkan dia punya panggilan sendiri untuknya, yakni 'Imin'.

Dalam pidato deklarasi koalisi tiga partai di markas PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta, siang ini, Rabu (14/5/2014), Megawati sempat bercerita soal latar belakang panggilan itu.

Sebutan itu berawal dari pesan mantan Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur saat berkomunikasi dengan Mega.

“Kenapa anak yang hilang, karena waktu itu Gus Dur bilang tolong ada dua keponakanku yang dirawat sama sampean. Masih kecil? (tanya Mega). Ngga sudah besar. Itu lho Muhaimin dan Saefullah (Gus Ipul),” cerita Mega.

Mega menyampaikan gembira akhirnya Muhaimin bisa memutuskan bergabung dan berkoalisi, yang disebut Mega sebagai kerjasama, untuk mendukung Jokowi sebagai calon presiden.

Cak Imin yang mendengar cerita itu dan disampaikan di depan ratusan kader hanya bisa “cengengesan”.

Dia juga sempat memberi kesempatan pada Muhaimin yang meminta waktu berkomunikasi dengan kiai di PKB.

“Saya tahu adatnya NU kok. Silahkan sampaikan salam saya, apapun yang akan disampaikan nantinya,” ujar Mega.

Deklarasi berlangsung di kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Pusat. Hadir Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan Ketua Umum PDIP Perjuangan Megawati Soekarnoputri beserta jajarannya. Tampak hadir juga bakal calon presiden PDIP Joko Widodo.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI