Monster Paedofil Buruan FBI Pernah 10 Tahun Mengajar di JIS

Liberty Jemadu

Rabu, 23 April 2014 | 10:41 WIB
Monster Paedofil Buruan FBI Pernah 10 Tahun Mengajar di JIS
William James Vahey, predator seks anak yang diburu FBI (gbi.gov).

Suara.com - Seorang terduga predator seksual anak-anak yang pernah menjadi buruan polisi federal Amerika Serikat (FBI) ternyata pernah mengajar di Jakarta International School selama 10 tahun, demikian dilaporkan CNN, Selasa (22/4/2014).

William James Vahey mulai diburu FBI sejak tahun lalu, ketika dia memecat pembantu rumahnya karena mencuri. Maret kemarin sang pembantu melaporkan sebuah flash disc, yang berisi foto-foto sekkual anak-anak.

FBI kini sudah mengumpulkan setidaknya foto dari 90 korban sang monster, yang setidaknya berasal dari tahun 2008. Foto-foto itu menunjukkan bocah-bocah lelaki, berusia 12 sampai 14 tahun, sedang tidur atau pun sedang terjaga.

Pada foto-foto itu tercantum tanggal dan keterangan yang mengacu pada tempat Vahey mengambil gambar-gambar itu bersama murid-muridnya.

"Ini adalah salah satu predator yang paling banyak memakan korban yang pernah kami temukan," kata Shauna Dunlap, penyidik FBI yang terlibat dalam kasus tersebut.

Vahey mulai mengajar di sekolah swasta pada 1972. Dia terakhir kali mengajar di American Nicaraguan School, di Pista Suburbana, Managua, Nikaragua sampai Agustus 2013 sampai 11 Maret kemarin.

Lelaki itu tewas bunuh diri pada 13 Maret, setelah pembantunya melaporkan foto-foto yang ditemukan di dalam flashdisk itu.

Ketika diperiksa FBI, Vahey mengaku melecehkan anak-anak sepanjang hidupnya dan dia mengaku memberikan anak-anak pil tidur sebelum dilecehkan.

Dia pernah bekerja di sembilan negara, mengajar beberapa mata pelajaran dan menjadi pelatih basket.

Berikut adalah daftar sekolah tempat Vahey pernah mengajar:

1. American Nicaraguan School, Managua, Nikaragua (2013-2014)
2. Southbank International School di London, Inggris (2009-2013)
3. Escuela Campo Alegre, Caracas, Venezuela (2002-2009)
4. Jakarta International School, Indonesia (1992-2002)
5. Saudi Aramco Schools di Dharhran, Arab Saudi (1980-1992)
6. American Community School di Atena, Yunani (1978-1980)
7. Passargad School di Azwaz, Iran (1976-1978)
8. American School of Madrid, Spanyol (1975-1976)
9. American Community School of Beirut di Lebanon (1973-1975)
10. Tehran American School, Iran (1972-1973).

FBI meminta para korban atau yang mengenal Vahey untuk melapor ke kedutaan besar AS terdekat (CNN).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

JIS Akui Pernah Terima James Vahey Sebagai Pengajar

JIS Akui Pernah Terima James Vahey Sebagai Pengajar

News | Rabu, 23 April 2014 | 11:48 WIB

Cegah Kasus JIS Terulang, Jokowi Akan Kumpulkan Kepala Sekolah

Cegah Kasus JIS Terulang, Jokowi Akan Kumpulkan Kepala Sekolah

News | Selasa, 22 April 2014 | 14:50 WIB

KPAI Desak JIS Berikan Perlindungan Psikologis pada Siswa

KPAI Desak JIS Berikan Perlindungan Psikologis pada Siswa

News | Selasa, 22 April 2014 | 12:59 WIB

Golkar Dukung Penutupan TK JIS

Golkar Dukung Penutupan TK JIS

News | Selasa, 22 April 2014 | 09:54 WIB

Mendikbud: Penutupan TK JIS Permanen

Mendikbud: Penutupan TK JIS Permanen

News | Selasa, 22 April 2014 | 08:44 WIB

5 Bocah Perempuan Jadi Korban Pelecehan Seks

5 Bocah Perempuan Jadi Korban Pelecehan Seks

News | Senin, 21 April 2014 | 19:45 WIB

Tiga Dubes Ikut Investigasi Kasus Sodomi JIS

Tiga Dubes Ikut Investigasi Kasus Sodomi JIS

News | Senin, 21 April 2014 | 16:25 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×