Suara.com - Presiden Amerika Barack Obama mengajukan sebuah proposal untuk mengubah program Badan Keamanan Nasional (NSA) yang kontroversial dengan mengumpulkan semua metadata percakapan telepon warganya.
Washington berbalik mendukung dan membiarkan perusahaan provider telepon untuk menyimpan datanya.
“Setelah mempertimbangkannya, saya memutuskan bahwa jalan terbaik ke depan adalah bahwa pemerintah seharusnya tidak mengumpulkan atau menyimpan data ini dalam jumlah besar. Sebaliknya, data tersebut harus tersimpan di perusahaan hingga jangka waktu yang lama seperti saat ini , " kata Obama dalam sebuah pernyataan yang disampaikan oleh Gedung Putih .
Merujuk pada proposal Obama, Pemerintah Amerika masih boleh untuk mengakses data tersebut atas perintah pengadilan.
“Saya percaya pendekatan ini akan memastikan bahwa kami memiliki informasi yang dibutuhkan buat intelije, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap cara pengumpulan informasi tersebut,” jelas Obama yang kini sedang berkeliling Eropa. (xinhua)