Dalam konteks salat Idulfitri, banyak orang meyakini bahwa ketenangan alam saat ibadah ini merupakan bentuk dari alam semesta yang bertasbih, termasuk pohon-pohon yang tidak bergerak.
Hal ini dianggap sebagai tanda kebesaran Allah yang sedang mengagungkan-Nya bersama umat manusia yang tengah melaksanakan salat Idulfitri.
Penjelasan Ilmiah Tentang Fenomena Pohon yang Diam saat Lebaran
Meski ada penjelasan dari sisi agama Islam, tidak semua orang melihat hal ini dari sudut pandang keagamaan. Beberapa orang mencoba memberikan penjelasan yang lebih ilmiah mengenai hal tersebut.
Salah satu penjelasan yang masuk akal adalah faktor cuaca. Pada pagi hari, menjelang waktu salat Idulfitri, kondisi udara cenderung lebih stabil dan angin belum banyak bertiup. Hal ini menyebabkan dedaunan pada pohon-pohon tampak diam, meskipun secara normal mereka sering bergerak seiring tiupan angin.
Selain itu, ada juga penjelasan yang terkait dengan efek optik dan persepsi manusia. Ketika umat Muslim melaksanakan salat Idulfitri, suasana penuh kekhusyukan dan ketenangan bisa membuat kita lebih peka terhadap hal-hal di sekitar.
Pikiran yang fokus pada kesakralan momen tersebut dapat memengaruhi cara manusia memandang lingkungan sekitar, termasuk pergerakan pohon-pohon yang mungkin lebih sedikit atau tampak lebih diam daripada biasanya.
Menariknya, meskipun terdapat penjelasan ilmiah yang logis tentang pohon yang tampak diam, banyak orang tetap mengaitkannya dengan makna spiritual yang lebih mendalam.
Bagi mereka yang beriman, hal ini bukan sekadar kejadian alam biasa, melainkan sebuah tanda dari Allah SWT yang mengingatkan umat manusia akan kebesaran dan kekuasaan-Nya.
Baca Juga: Momen Lebaran Perdana Para Artis Mualaf: dari Mahalini sampai Ruben Onsu
Selain itu, fenomena pohon yang tampak diam ini juga bisa menjadi sebuah refleksi spiritual bagi umat Muslim yang merayakan Idulfitri.