Suara.com - Gizi yang baik merupakan faktor utama dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak, termasuk anak berkebutuhan khusus.
Kebutuhan nutrisi mereka sering kali lebih kompleks dibandingkan anak-anak lainnya, mengingat kondisi kesehatan yang berbeda-beda.
Sayangnya, akses terhadap makanan sehat dan bergizi masih menjadi tantangan di banyak wilayah, terutama bagi anak-anak yang bersekolah di Sekolah Khusus (SKH) atau Sekolah Luar Biasa (SLB).
Inilah yang menjadikan program makan bergizi sebagai langkah krusial dalam mendukung mereka agar bisa berkembang secara optimal.
Mengapa Anak Berkebutuhan Khusus Memerlukan Asupan Gizi yang Lebih Terjaga?
Anak berkebutuhan khusus memiliki kebutuhan gizi yang berbeda, tergantung pada kondisi kesehatan mereka. Beberapa kondisi seperti autisme, cerebral palsy, dan down syndrome dapat memengaruhi pola makan, pencernaan, hingga metabolisme anak.
Oleh karena itu, pemenuhan gizi yang tepat sangat diperlukan agar mereka mendapatkan energi yang cukup untuk belajar, beraktivitas, dan menjalani terapi yang sering kali menjadi bagian dari keseharian mereka.
Kurangnya asupan gizi yang baik dapat berakibat buruk bagi tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus. Beberapa di antaranya dapat mengalami defisiensi nutrisi, gangguan berat badan, atau kesulitan dalam berkonsentrasi di sekolah.
Maka dari itu, program pemberian makan sehat di sekolah menjadi salah satu solusi yang sangat dibutuhkan.
Baca Juga: IHSG Anjlok, Pasar Butuh Bukti: Reformasi Hukum dan Teknokrasi Jadi Kunci
Ketimpangan Program Makan Bergizi di Sekolah Khusus