Keputusan ini sekaligus menjadi penanda berakhirnya penggunaan hisab hakiki wujudul hilal dalam penentuan awal bulan Hijriah oleh Muhammadiyah. Mulai tahun 1447 H, Muhammadiyah akan beralih ke Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Dalam sistem KHGT, bumi dianggap sebagai satu kesatuan matlak global sehingga seluruh dunia akan menetapkan awal bulan Hijriah pada hari yang sama.
Perubahan ini diharapkan membawa kesatuan umat Islam dalam aspek waktu dan ibadah, menjawab tantangan modernitas, serta memperkuat integrasi umat di tingkat global.
Idul Fitri versi pemerintah
Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) Abu Rokhmad menyampaikan rapat persiapan sidang isbat awal Syawal 1446 H di kantor pusat Kemenag, Jakarta, Selasa (18/3/2025).
Abu Rokhmad ketika itu menyatakan pihaknya akan menggelar sidang isbat awal Syawal, pada Sabtu 29 Maret 2025.
Biasanya, sidang isbat selalu digelar pada tanggal 29 Syakban untuk menetapkan awal Ramadan, 29 Ramadan untuk menetapkan awal Syawal dan 29 Zulkaidah untuk menetapkan awal Zulhijjah.
Pemerintah menggunakan metode hisab dan rukyat dalam menetapkan awal Syawal, termasuk Ramadan dan Zulhijah.
Hal ini mengacu pada Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penetapan Awal Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah.
Baca Juga: Panduan Meraih Keutamaan Malam Idul Fitri Berdasarkan Hadis Nabi
Dengan demikian, Hari Raya Idul Fitri versi pemerintah masih menunggu keputusan sidang isbat yang akan digelar Sabtu (29/3/2025) sore nanti.