Perlu diketahui bahwa keduanya termasuk ke dalam daftar pertanyaan sensitif. Jangan mudah melontarkan kalimat tersebut, apalagi dilakukan tanpa memikirkan bagaimana perasaan orang itu saat mendengarnya.
Bisa saja, mereka akan terus memikirkan perkataan itu dan menjadi stres. Mendoakan dan memberi semangat adalah beberapa contoh tanggapan yang baik. Pasalnya, tiap orang pasti memiliki titik rendahnya.
3. Bertanya Kapan Nikah
"Udah umur segini kok belum nikah? Keburu jadi perawan tua atau bujang lapuk nanti."
Kalimat tersebut biasa dilontarkan dari anggota keluarga saat kumpul di hari raya. Sebuah hubungan pernikahan adalah tentang seseorang tersebut dan pasangannya, bukan dengan orang lain. Maka dari itu, hindari mendorong mereka untuk segera menikah.
Mereka sendiri yang lebih mengetahui kapan harus melakukannya. Berikan doa terbaik termasuk berharap segalanya dapat berjalan lancar bisa dipilih untuk diucapkan daripada menyampaikan sesuatu yang menyakiti hati.
![Ilustrasi Lebaran. [Envanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/03/23/55112-ilustrasi-lebaran.jpg)
4. Membandingkan Nasib Seseorang
Beberapa anggota keluarga juga tak jarang akan mulai melakukan adu nasib saat kumpul Lebaran. Contohnya, "Kamu ini kan lulusan sarjana kok cuma kerja kayak gini? Kalah dong sama anakku yang lulusan SMK."
Bisa juga dengan "Kamu mau kepala tiga belum dapet jodoh juga, ini sepupumu lebih muda udah punya anak dua, lho." Topik ini sama sekali tidak pantas untuk disampaikan dalam momen hangat seperti Idul Fitri.
Baca Juga: Volume Arus Mudik Terus Meningkat, Dirlantas PMJ Prediksi Puncak Mudik Mulai Malam Tadi
5. Menyinggung Soal Anak