Pasien Jantung Tipe Ini Dilarang Mudik Lebaran Naik Pesawat, Apa Alasannya?

Riki Chandra Suara.Com
Rabu, 26 Maret 2025 | 16:12 WIB
Pasien Jantung Tipe Ini Dilarang Mudik Lebaran Naik Pesawat, Apa Alasannya?
Pasien jantung dilarang naik pesawat. [Dok. Antara]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Sejumlah pasien jantung disarankan untuk tidak naik pesawat saat mudik Lebaran 2025. Sebab, ada kategori yang tidak bisa melakukan perjalanan udara.

Fakta itu diungkapkan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Universitas Padjadjaran, Mega Febrianora, Rabu (26/2/2025).

"Secara umum, pasien dengan kondisi penyakit jantung yang masih akut atau belum stabil tidak disarankan untuk naik pesawat. Misalnya, pasien yang baru mengalami serangan jantung dalam dua minggu terakhir sebaiknya tidak melakukan perjalanan udara. Hal ini karena meskipun sudah dipasang ring atau dilakukan tindakan medis, belum tentu sumbatan pembuluh darah telah terbuka secara sempurna," ujar Mega.

Ilustrasi pesawat terbang. [Dok. Antara]
Ilustrasi pesawat terbang. [Dok. Antara]

Pasien dengan sumbatan pembuluh darah yang belum sepenuhnya terbuka berisiko mengalami serangan jantung saat di udara.

Jika kondisi ini terjadi di dalam pesawat, maka tindakan medis darurat akan sulit dilakukan karena keterbatasan fasilitas dan tenaga medis.

Selain itu, pasien yang baru menjalani operasi jantung, terutama yang berkaitan dengan katup jantung dalam tiga minggu terakhir, juga disarankan untuk menunda perjalanan udara.

Pasien dalam kondisi gagal jantung berat yang mengalami sesak napas meskipun dalam keadaan istirahat sebaiknya segera mendapatkan perawatan medis di rumah sakit dan menghindari perjalanan jauh, termasuk menggunakan pesawat.

Pasien dengan gangguan irama jantung atau aritmia yang belum mendapatkan terapi juga tidak disarankan untuk bepergian dengan pesawat. Pasien dengan sindrom Eisenmenger, yakni kelainan jantung bawaan yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan, juga tidak direkomendasikan untuk naik pesawat.

"Secara umum, pasien dengan kondisi jantung yang masih dalam tahap akut atau belum selesai penanganannya sebaiknya tidak bepergian, apalagi menggunakan pesawat. Bahkan, mereka yang masih dalam perawatan di rumah sakit sebaiknya menunggu hingga benar-benar stabil sebelum bepergian," kata Mega.

DIa juga mengingatkan agar pasien yang belum sepenuhnya pulih tidak memaksakan diri keluar dari rumah sakit, terutama menjelang mudik lebaran, guna menghindari risiko penurunan kondisi kesehatan yang dapat berakibat fatal.

Konsultasi Dokter Sebelum Mudik

Pasien penyakit jantung yang berencana melakukan perjalanan mudik disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu guna memastikan kondisi kesehatan tetap stabil. Hal ini bertujuan untuk mencegah risiko komplikasi selama perjalanan jauh.

Mega Febrianora menekankan pentingnya pemeriksaan medis sebelum melakukan perjalanan.

"Penting untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter guna memastikan apakah pasien aman untuk melakukan perjalanan mudik," ujarnya.

Selain itu, pasien penyakit jantung diimbau membawa obat yang biasa dikonsumsi dalam jumlah lebih banyak dari biasanya.

Hal ini untuk menjaga kesehatan jantung tetap optimal serta mengurangi risiko keluhan selama mudik hingga usai Lebaran. Pasien harus mengonsumsi obat secara rutin sesuai resep dokter agar kondisi tetap terkendali.

Menjaga kebutuhan cairan tubuh juga menjadi faktor penting bagi pasien penyakit jantung. Disarankan mengonsumsi sekitar 5-8 gelas air per hari.

Namun, bagi pasien dengan gangguan fungsi pompa jantung, konsumsi air perlu dibatasi agar tidak menyebabkan cairan menumpuk di jantung yang berisiko menimbulkan sesak napas.

Dari sisi asupan makanan, pasien tetap harus menerapkan pola diet sehat yang dianjurkan dokter meskipun berada di kampung halaman.

"Jika sebelum mudik sudah menjalani pola hidup sehat dengan olahraga teratur dan pola makan yang baik, jangan sampai semuanya berantakan hanya karena perubahan lingkungan," katanya.

Selain itu, pasien disarankan untuk menghindari makanan tinggi garam, lemak, dan gula yang bisa memperburuk kondisi penyakit jantung. Peregangan ringan setiap 2-3 jam selama perjalanan juga dianjurkan untuk menjaga sirkulasi darah tetap lancar.

Sebagai langkah antisipasi, pasien sebaiknya membawa catatan kondisi medis dalam tas mereka. Jika terjadi keadaan darurat selama perjalanan, informasi tersebut akan membantu dokter atau rumah sakit terdekat dalam memberikan diagnosis yang cepat dan tepat.

Mencatat nomor darurat dan alamat fasilitas kesehatan terdekat juga sangat penting. Jika pasien mengalami gejala seperti nyeri dada atau sesak napas, segera lakukan pemeriksaan ke dokter spesialis penyakit jantung untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. (Antara)

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI