Profil Hamdan Ballal, Ini Kronologi Sutradara No Other Land Diserang-Diculik Israel

Ruth Meliana Suara.Com
Selasa, 25 Maret 2025 | 18:21 WIB
Profil Hamdan Ballal, Ini Kronologi Sutradara No Other Land Diserang-Diculik Israel
Aktivitis Palestina sekaligus sutradara No Other Land, Hamdan Ballal (Instagram/hamdan_mo_balall)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Hamdan Ballal, aktivis pejuang Palestina sekaligus sutradara No Other Land yang menang Oscar 2025, kini menjadi korban agresi pemukim Israel yang menduduki Tepi Barat. Hamdan menjadi korban kebrutalan warga Israel yang bermukim di area perbatasan permukiman Israel dengan Palestina.

Hamdan dipukuli oleh para warga pemukim Israel hingga mengalami luka yang cukup parah di berbagai area, seperti kepala dan perut, sebagaimana yang diungkap oleh rekan Hamdan Ballal, Yuval Abraham kepada wartawan, Selasa (25/3/2025).

Tak sampai di situ, Hamdan Ballal langsung diculik oleh tentara Israel usai mendapatkan perlakuan agresif dari para pemukim Israel. Hingga sekarang, ia masih dinyatakan hilang dalam kondisi terakhir babak belur.

Lantas, seperti apa sosok Hamdan Ballal yang menjadi target amukan massa Israel? Ini kronologi Hamdan Ballal diserang dan diculik oleh Israel.

Profil Hamdan Ballal: Karyanya tunjukkan kekejian Israel di mata dunia

Aktivis Palestina dan sutradara No Other Land, Hamdan Ballal (dok. International Documentary Association).
Aktivis Palestina dan sutradara No Other Land, Hamdan Ballal (dok. International Documentary Association).

Hamdan Ballal menjadi korban kekerasan secara massif oleh tentara sekaligus warga Israel.

Hamdan adalah salah satu sutradara yang menggarap film No Other Land. Film Dokumenter Terbaik Oscar 2025 ini merupakan hasil kolaborasi antara filmmaker, jurnalis, serta aktivis Israel dan Palestina. Mereka adalah Yuval Abraham, Basel Adra, Rachel Szor, dan Hamdan Ballal.

Melalui No Other Land, Hamdan dan rekan-rekannya menunjukkan kepada dunia bagaimana kekejian Israel terhadap Palestina. Mereka menunjukkan kekerasan sistematif yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina di Masafer Yatta, West Bank.

Film tersebut mengisahkan seorang pemuda bernama Basel Adra. Ia belum menginjak usia dewasa, tetapi harus berjuang mempertahankan rumah dan wilayahnya yang setiap hari dicaplok Israel.

Baca Juga: Perilaku Tidak Pantas? Kabinet Israel Berusaha Singkirkan Jaksa Agung yang Kritik Netanyahu

Aktivitis Palestina sekaligus sutradara No Other Land, Hamdan Ballal (Instagram/hamdan_mo_balall)
Aktivitis Palestina sekaligus sutradara No Other Land, Hamdan Ballal (Instagram/hamdan_mo_balall)

Basel Adra menjadi 'senjata' bagi Hamdan untuk menyuarakan nasib yang dialami oleh anak-anak di Palestina sebagai korban konflik berkepanjangan.

Sebelum menjadi seorang sutradara sekaligus aktivis pembela pembebasan Palestina, Hamdan Ballal berprofesi sebagai seorang petani dan menggarap tanah di kampung halamannya.

Hamdan lahir dari keluarga sederhana yang tinggal di sebuah perkampungan di Palestina, Susiya yang terletak di kaki Bukit Hebron di Tepi Barat.

Aktivis kelahiran 1989 ini juga sempat berkarier sebagai seorang peneliti di bidang hak asasi manusia. Ia menuliskan berbagai karyanya melalui "Humans of Masafer Yatta", sebuah organisasi yang mengkaji isu-isu pelanggaran hak asasi manusia yang dialami oleh masyarakat Palestina.

Aktivitis Palestina sekaligus sutradara No Other Land, Hamdan Ballal (Instagram/hamdan_mo_balall)
Aktivitis Palestina sekaligus sutradara No Other Land, Hamdan Ballal (Instagram/hamdan_mo_balall)

Hamdan juga bernaung di bawah organisasi B'Tselem alias Israeli Information Center for Human Rights in the Occupied Territories, sebuah organisasi nirlaba yang beroperasi di Yerusalem untuk mendokumentasikan pelanggaran hak asasi manusia di Palestina oleh tentara dan warga Israel.

Sebagai seorang sutradara, Hamdan terbilang berprestasi. Pasalnya, film No Other Land panen penghargaan berkat membawakan pedihnya nasib masyarakat Palestina.

Beberapa contoh penghargaan yang sempat diarih oleh Hamdan yakni Sutradara Terbaik versi International Documentary Association, Panorama Audience Award dan Berlinale Documentary Award yang diberikan oleh 74th Berlin International Film Festival.

Ia juga sempat menjadi peraih penghargaan di ajang 97th Academy Awards sebagai Best Documentary Feature dan 78th British Academy Film Awards sebagai Best Documentary.

Jadi korban agresi Israel: Ditangkap saat dirawat di ambulans

Aktivitis Palestina sekaligus sutradara No Other Land, Hamdan Ballal (Instagram/hamdan_mo_balall)
Aktivitis Palestina sekaligus sutradara No Other Land, Hamdan Ballal (Instagram/hamdan_mo_balall)

Hamdan awalnya hendak menghabiskan sisa hari-hari di bulan Ramadan di kampung halamannya, Susiya.

Alih-alih bisa menikmati malam-malam terakhir Ramadan, rumah Hamdan diserang pada Senin (24/3/2025) waktu setempat.

Basel Adra yang menjadi tokoh dalam No Other Land menyaksikan bagaimana nasib Hamdan yang miris.

Basel kepada wartawan AP, dikutip Selasa (25/3/2025) mengungkap Hamdan diarak, dipukuli warga pemukim Israel hingga luka-luka.

Hamdan sempat dirawat di sebuah ambulans, namun berujung disekap oleh tentara Israel atau IDF.

Nasib Hamdan kini belum jelas dan ia diketahui masih ditawan.

Kontributor : Armand Ilham

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI