Tanggal Berapa Malam Takbiran Idul Fitri 2025? Cek Informasinya di Sini

Suhardiman Suara.Com
Selasa, 25 Maret 2025 | 15:48 WIB
Tanggal Berapa Malam Takbiran Idul Fitri 2025? Cek Informasinya di Sini
ilustrasi malam takbiran 2025. [Freepik]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Malam takbiran adalah malam sebelum Hari Raya Idul Fitri, yaitu malam terakhir bulan Ramadan menjelang tanggal 1 Syawal dalam kalender Hijriah.

Pada malam ini, umat Islam di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, merayakan berakhirnya bulan puasa dengan mengumandangkan takbir, tahmid, dan tahlil.

Ini sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT atas keberhasilan menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh.

Di Indonesia, malam takbiran memiliki tradisi yang khas dan meriah. Biasanya, malam ini diisi dengan kegiatan seperti mengumandangkan takbir yakni umat Islam mengucapkan "Allahu Akbar" (Allah Maha Besar) secara berulang-ulang, baik di masjid, musala, atau di jalanan melalui pawai takbir keliling.

Takbir ini melambangkan kebesaran Allah dan rasa syukur atas nikmat yang diberikan. Di banyak daerah, masyarakat mengadakan pawai keliling kampung atau kota dengan membawa obor, bedug, dan alat musik lainnya sambil bertakbir. Ini menjadi momen kebersamaan yang penuh sukacita.

Malam takbiran juga menjadi waktu untuk mempersiapkan hari raya, seperti menyiapkan pakaian baru, kue-kue khas Lebaran, atau membersihkan rumah.

Secara syariat, takbir mulai dikumandangkan sejak matahari terbenam pada hari terakhir Ramadan hingga menjelang pelaksanaan salat Idul Fitri keesokan harinya.

Ilustrasi malam takibran 2025. (Pixabay)
Ilustrasi malam takibran 2025. (Pixabay)

Malam ini menjadi simbol kemenangan spiritual setelah sebulan berpuasa, sekaligus menyambut hari kemenangan, Idul Fitri, dengan hati yang bersih dan penuh kebahagiaan.

Lantas kapan jadwal malam takbiran di Indonesia? Berikut informasinya.

Malam takbiran Idul Fitri 2025 belum dapat ditentukan secara pasti, sebab tanggal resmi 1 Syawal 1446 H masih menunggu keputusan sidang isbat yang akan digelar oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI pada 29 Maret 2025.

Namun, berdasarkan perkiraan dan penetapan awal, ada dua kemungkinan:

- Versi Muhammadiyah: Pimpinan Pusat Muhammadiyah, melalui Maklumat Nomor 1/MLM/I.0/E/2025, telah menetapkan 1 Syawal 1446 H jatuh pada 31 Maret 2025 berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal.

Dengan demikian, Malam Takbiran diperkirakan berlangsung pada Minggu, 30 Maret 2025, setelah matahari terbenam (mulai waktu Magrib).

- Versi Pemerintah (Prediksi): Berdasarkan Kalender Hijriah 2025 terbitan Kemenag RI dan prediksi Menteri Agama Nasaruddin Umar, 1 Syawal 1446 H juga diperkirakan jatuh pada 31 Maret 2025.

Jika ini dikonfirmasi melalui sidang isbat, maka Malam Takbiran akan berlangsung pada Minggu, 30 Maret 2025 malam.

Namun, jika hilal tidak terlihat pada 29 Maret 2025 dan Ramadhan digenapkan menjadi 30 hari, maka 1 Syawal bisa bergeser ke 1 April 2025, sehingga Malam Takbiran menjadi Senin, 31 Maret 2025.

Karena saat ini (25 Maret 2025) sidang isbat belum dilaksanakan, tanggal pasti Malam Takbiran masih menunggu keputusan resmi.

Berdasarkan prediksi yang ada, kemungkinan besar jatuh pada 30 Maret 2025 malam, tetapi tetap pantau pengumuman dari pemerintah untuk kepastiannya.

Bacaan Takbiran Idul Fitri 2025 

Imam An-Nawawi dalam kitabnya "Al-Majmu', Syarhul Muhadzdzab" menjelaskan bahwa bacaan takbir dilakukan sebanyak tiga kali. Berikut adalah lafal takbir Idul Fitri yang dianjurkan:

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar.

Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar."

Selain itu, terdapat bacaan takbir yang lebih panjang sebagaimana diriwayatkan dalam hadits mengenai zikir dan takbir Rasulullah SAW di Bukit Shafa:

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الِلّٰهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الكَافِرُوْنَ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الاَحْزَابَ وَحْدَهُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ

Allahu akbar kabira, walhamdu lillahi katsira, wa subhanallahi bukratan wa ashila, la ilaha illallahu wa la na'budu illa iyyahu mukhlishina lahud dina wa law karihal kafirun, la ilaha illallahu wahdah, shadaqa wa'dah, wa nashara 'abdah, wa hazamal ahzaba wahdah, la ilaha illallahu wallahu akbar.

Artinya: "Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan sebanyak-banyaknya, dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan sore. Tiada Tuhan selain Allah, dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya dengan memurnikan agama Islam, meskipun orang-orang kafir membencinya. Tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa, Dia yang menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, dan mengalahkan musuh-Nya dengan keesaan-Nya. Tiada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar."

Selain itu, terdapat pula versi bacaan takbir yang sering dibaca oleh masyarakat secara luas:

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar. La ilaha illallahu wallahu akbar. Allahu akbar wa lillahil hamdu.

Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada Tuhan selain Allah. Allah Maha Besar, segala puji bagi-Nya."

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI