"Masak besar dan bagi bagi itu gakgampang dan selama ini yang bisa eksekusi dengan baik dan tepat waktu cuma Bobon. Karena butuh team - Time planning - Masaknya apa - Atur pembagian supaya ga rusuh. Ya masa percaya sama 200kg daging buat masak rendang dalam 3jam...kasian malah dikontenin warga setidak aturan begitu," tulis Arnold di akun X-nya.
Ia juga ikut menimpali sindirannya dengan mengomentari langsung video permintaan maaf Willie Salim yang dibagikan melalui Instagram. Bahkan, Arnold juga menyebut Willie tak memiliki skill yang cukup untuk membuat event masak besar.
"Ini udah ga niat, ngasal, cuma buat views doang terus ‘minta maaf’,” tulis Arnold di kolom komentar Instagram Willie.
Gubernur Sumsel Herman Deru

Kecaman pun tak datang dari para artis atau publik figur tanah air, tetapi juga tokoh masyarakat di Palembang dan Sumatera Selatan. Bahkan, Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru ikut mengecam dan tidak suka dengan konten Willie Salim.
"Iya, saya marah sekali. Saya tidak rela nama kota Palembang ini dirusak hanya karena konten daging sepanci," ungkap Deru dalam keterangannya pada Minggu (23/3/2025) kemarin.
Deru mengungkap bahwa konten Willie merupakan settingan dan sengaja memancing warga agar mengambil daging rendang yang sedang dimasak.
"Terlalu terhormat orang Sumatera Selatan, khususnya Palembang hanya karena daging sepanci," kecamnya.
Kesultanan Palembang Darussalam

Sikap tegas juga diambil oleh pihak Kesultanan Palembang Darussalam. Bahkan, pihak Kesultanan Palembang Darussalam menyatakan kutukan terhadap Willie Salim karena telah mempermalukan kota Palembang di mata masyarakat Indonesia.
"Atas nama Kesultanan Palembang Darussalam dan segenap masyarakat Palembang menyatakan kutukan kepada Willie Salim dan mengharamkan kedatangannya ke Palembang sepanjang umur hidupnya," ungkap juru bicara Kesultanan Palembang Darussalam pada Senin (24/3/2025) kemarin.
Baca Juga: Bobon Santoso Endus Kejanggalan Konten Rendang Willie Salim: Pergi ke Toilet, Bukan Mengawasi
Tak hanya mengutuk Willie dan melarangnya untuk kembali ke Palembang, Kesultanan Palembang juga meminta Willie melangsungkan tradisi Tepung Tawar dan mengajak masyarakat Palembang untuk melaporkan kasus konten ini ke jalur hukum untuk memberikan efek jera kepada konten kreator tersebut.