Dari Teleskop Hingga Total Station: Intip Teknologi Canggih di Balik Penentuan Hilal

Seiring perkembangan ilmu astronomi, berbagai alat modern telah digunakan untuk meningkatkan akurasi dalam pengamatan hilal.
Suara.com - Dalam kalender Islam, awal Ramadan dan Idul Fitri ditentukan dengan cara mengamati hilal. Metode untuk menetapkan awal bulan hijriah ini disebut rukyatul hilal, yaitu pengamatan langsung terhadap hilal atau bulan sabit muda. Lantas, apa saja alat canggih untuk melihat hilal?
Tradisi mengamati hilal telah berlangsung sejak zaman dahulu dan menjadi bagian dari sistem penanggalan Islam yang digunakan hingga saat ini. Namun, tantangan seperti faktor cuaca dan keterbatasan mata manusia membuat metode ini membutuhkan dukungan teknologi yang lebih canggih.
Seiring perkembangan ilmu astronomi, berbagai alat modern telah digunakan untuk meningkatkan akurasi dalam pengamatan hilal yang memungkinkan pengamat untuk menangkap hilal dengan lebih jelas dan akurat.
Bahkan, beberapa lembaga falakiyah dan instansi keagamaan telah mengadopsi teknologi digital dan perangkat komputerisasi untuk memudahkan analisis data astronomi. Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.
Baca Juga: Seri Xiaomi 16 akan Gunakan Layar Lurus dan Teknologi LIPO
Apa Itu Hilal?
Hilal merupakan fase bulan baru yang pertama kali terlihat setelah fase konjungsi atau ijtimak. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), hilal adalah bulan sabit yang muncul pada awal bulan Kamariah.
Dalam Islam, penentuan awal bulan hijriah dapat dilakukan dengan dua metode, yaitu rukyatul hilal (pengamatan langsung) dan hisab (perhitungan astronomi). Kedua metode ini saling melengkapi agar hasil penentuan kalender Islam semakin akurat.
Alat-alat Canggih untuk Melihat Hilal
Seiring dengan perkembangan ilmu falak, berbagai alat canggih telah digunakan dalam proses rukyatul hilal untuk meningkatkan akurasi pengamatan. Berikut beberapa alat yang digunakan:
Baca Juga: AI Ubah Wajah Layanan Kesehatan: Lebih Cepat dan Pasien Lebih Terlayani?
1. Teleskop
Teleskop adalah salah satu alat utama dalam pengamatan hilal. Dengan lensa dan cermin yang mampu mengumpulkan cahaya lebih banyak, teleskop memungkinkan pengamat melihat hilal dengan lebih jelas.
Berbagai jenis teleskop dengan spesifikasi tinggi telah digunakan, seperti Telescope Computerised dan William Optic Tripled.
2. Theodolit
Theodolit merupakan alat yang mampu mengukur sudut azimuth dan ketinggian hilal secara lebih akurat dibandingkan dengan kompas atau Rubu' al-Mujayyab.
Dilengkapi dengan pengukur sudut digital dan teropong pembidik, theodolit sangat membantu dalam memastikan posisi hilal saat pengamatan.
3. CCD (Charge Coupled Device)
Kamera CCD digunakan untuk menangkap gambar hilal dengan resolusi tinggi. Alat ini memungkinkan pengamat merekam citra hilal dengan lebih jelas, sehingga dapat dianalisis dan didokumentasikan untuk kepentingan ilmiah maupun laporan rukyat.
4. Binokuler
Binokuler membantu pengamat melihat objek langit yang berjarak jauh dengan lebih jelas. Dengan kombinasi lensa dan prisma, binokuler memperbesar dan memperjelas citra hilal yang mungkin sulit diamati dengan mata telanjang.
5. Gawang Lokasi
Gawang lokasi berfungsi sebagai alat bantu untuk mengarahkan pandangan pengamat ke posisi hilal yang telah ditentukan. Meskipun tidak menggunakan lensa, alat ini sangat membantu dalam memastikan fokus pengamatan ke area yang tepat.
6. Total Station Nikon D22+
Alat ini digunakan dalam observasi hilal untuk memastikan koordinat dan posisi hilal dengan tingkat akurasi yang tinggi. Teknologi ini memudahkan pengamat dalam mendapatkan data presisi mengenai lokasi hilal.
Dengan teknologi ini, pengamatan hilal tidak hanya lebih presisi, tetapi juga dapat didokumentasikan dan diverifikasi dengan metode ilmiah yang lebih terpercaya.
Mengutip dari NU Online, Nikon D22+ ini salah satunya digunakan oleh Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) di Banyuwangi. Mereka menggunakan berbagai alat modern seperti Telescope Computerised dan Total Station Nikon D22+ dalam observasi hilal.
Demikianlah informasi terkait alat canggih untuk melihat hilal sebagai penentuan awal bulan dalam kalender Islam. Semoga bermanfaat.
Kontributor : Dini Sukmaningtyas