Suara.com - Kreator konten Willie Salim dilaporkan ke polisi buntut konten masak rendang di Palembang, Sumatera Selatan yang ramai diperbincangkan baru-baru ini.
Sejumlah orang khususnya warga Palembang tak terima dengan pernyataan Willie Salim mengenai rendang 200 kg yang hilang diserbu warga padahal belum matang saat mengadakan masak besar di bulan Ramadan.
Tak lama setelah viral, Willie Salim menyampaikan permintaan maaf mengenai kontennya yang dinilai memicu persepsi negatif terhadap warga Palembang. Dalam permintaan maafnya, Willie juga membantah jika sengaja membuat settingan tentang rendang yang hilang.
YouTuber dengan 37 juta subcribers itu menyadari dirinya kurang persiapan saat menggelar acara masak besar yang baru dilakukannya. Namun meski telah meminta maaf, sejumlah orang tetap mempekarakannya hingga melapor ke pihak berwajib.
Lantas siapa saja yang melaporkan Willie Salim ke polisi gegara konten rendang?
1. Rondoot
Kreator konten asli Palembang, Rendy Aditiya atau yang tenar dengan nama Rondoot termasuk yang tak terima dengan konten Willie Salim.
Didampingi kuasa hukum, Rondoot melaporkan Willie ke Polda Sumatera Selatan (Sumsel) pada Sabtu (22/3/2025) dengan dugaan tindak pidana berdasarkan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
Sosok yang menyebut dirinya sebagai Pemburu Kuliner Palembang menilai Willie Salim telah mencoreng nama daerahnya dengan konten rendang hilang.
Baca Juga: Fenita Arie Geram, Konten Rendang Willie Salim Dituding Rendahkan Warga Palembang
"Mohon ditindak sebenar-benarnya, seusai hukum yang ada di Indonesia," ucapnya ditilik dari postingan @rondoot.
2. DPP Gencar
Organisasi DPP Gencar juga turut melaporkan Willie Salim ke polisi. Mereka satu suara dengan Rondoot, mengecam aksi Willie yang dianggap telah membuat kegaduhan.
"Konten yang dibuat oleh WS telah memicu ujaran kebencian terhadap masyarakat Palembang. Banyak komentar negatif yang mendiskreditkan warga kami. Kami tidak bisa tinggal diam,” ujar Pengacara Idazril Tanjung yang mewakili tim hukum DPP Gencar.
3. Ryan Gumay Lawfirm
Konten Willie Salim juga disoal oleh kantor hukum Ryan Gumay Lawfirm. Pimpinan Ryan Gumay Lawfirm, Muhammad Gustryan merasa keberatan dengan konten rendang hilang yang dibuat Willie.
Sebagai warga asli Palembang memutuskan untuk melapor ke polisi. Tindakan ini dilakukan untuk memberikan efek jera sekaligus menjadi pelajaran untuk kreator konten lain agar bersikap lebih bijak.

Sebelum dilaporkan ke polisi, Willie Salim juga disentil sejumlah figur publik mulai dari Helmy Yahya, Fenita Arie, Chef Arnold hingga Bobon Santoso.
Helmy Yahya yang merupakan artis asli Palembang mengkritik Willie yang membuat konten dengan membawa nama daerah tanpa mempertimbangkan dampak sosial yang terjadi. Sedangkan Chef Arnold dan Bobon Santoso juga memberikan pandangannya.
Sebagai juru masak berpengalaman, Chef Arnold menegaskan masak dalam jumlah besar bukan perkara gampang. Hanya orang-orang tertentu yang bisa mengeksekusinya.
"Masak dalam jumlah besar itu tidak mudah. Harus ada tim yang solid, perencanaan waktu yang matang, hingga sistem pembagian makanan agar tidak terjadi kekacauan," cuitnya di X.
"Masa percaya 200 kg daging bisa jadi rendang dalam tiga jam? Akhirnya, malah warga yang jadi bahan konten dengan cara seperti ini," sambungnya.

Sementara itu, Bobon Santoso yang rutin membuat konten masak besar mengaku menemukan kejanggalan setelah melihat video Willie Salim.
"Kalau benar-benar terorganisir dengan baik, kejadian seperti ini tidak akan terjadi. Ini dampak kalau niatnya hanya demi konten, bukan dari hati. Buat masyarakat kota Palembang sabar ya," tukasnya di Story Instagram.