Menikmati Libur Lebaran dengan Spiritual Holiday: Tren Baru yang Bermakna bagi Gen Z

Senin, 24 Maret 2025 | 13:18 WIB
Menikmati Libur Lebaran dengan Spiritual Holiday: Tren Baru yang Bermakna bagi Gen Z
Ilustrasi (freepik)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Lebaran bukan hanya tentang pulang kampung dan berkumpul dengan keluarga, tetapi juga bisa menjadi momen refleksi dan pencarian makna hidup. 

Di era di mana perjalanan telah menjadi bagian dari identitas generasi muda, konsep spiritual holiday mulai berkembang sebagai tren baru yang memberikan dimensi lebih dalam bagi pengalaman traveling.

Bagi Gen Z, yang dikenal kreatif dan gemar mengeksplorasi hal-hal baru, perjalanan bukan sekadar tentang destinasi, tetapi juga bagaimana mereka bisa mendapatkan pengalaman yang berharga dan membentuk diri mereka lebih baik. 

Sebuah studi mengungkapkan bahwa 72% Gen Z dan milenial melihat traveling sebagai cara untuk mengekspresikan diri, sementara 88% percaya bahwa perjalanan berkontribusi pada pertumbuhan pribadi mereka.

Seiring dengan minat terhadap pengalaman yang lebih bermakna, berikut adalah beberapa cara menikmati spiritual holiday agar perjalanan Lebaran lebih berkesan tanpa mengurangi keseruan khas Gen Z.

1. Detoks Digital: Rehat Sejenak dari Media Sosial

Di era digital, media sosial sering kali menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian. Namun, saat Lebaran, ada baiknya untuk memberikan jeda pada dunia digital dan lebih fokus pada interaksi nyata. 

Mengaktifkan mode "Do Not Disturb" atau membatasi penggunaan ponsel dapat membantu kita menikmati momen kebersamaan dengan keluarga tanpa gangguan notifikasi.

Detoks digital bukan berarti benar-benar menjauhi teknologi, tetapi lebih kepada menyadari kapan harus offline agar lebih hadir dalam momen spesial. 

Baca Juga: Sensasi Karpet Terbang dan Akrobat Udara, Hiburan Libur Lebaran yang Tak Boleh Dilewatkan!

Dengan cara ini, kita bisa lebih mendengarkan cerita keluarga, berbagi tawa, dan menikmati kebersamaan yang mungkin jarang terjadi di hari-hari biasa.

2. Napak Tilas Sejarah Islami: Perjalanan yang Menginspirasi

Perjalanan spiritual tidak harus selalu dilakukan dalam bentuk ibadah besar seperti umrah atau haji. Mengunjungi tempat-tempat bersejarah yang memiliki nilai religius bisa menjadi cara menyegarkan perspektif dan memperdalam keimanan.

Di Indonesia sendiri, banyak destinasi yang memiliki nilai sejarah Islam yang kuat, seperti Masjid Agung Demak, Makam Sunan Ampel di Surabaya, atau Masjid Raya Baiturrahman di Aceh. Selain menambah wawasan, perjalanan seperti ini juga bisa menjadi pengalaman reflektif yang memperkuat hubungan kita dengan agama.

Jika memiliki kesempatan untuk bepergian lebih jauh, mengunjungi destinasi religi di luar negeri seperti Turki atau Uzbekistan bisa menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

Napak tilas perjalanan tokoh Islam dunia atau mengunjungi masjid-masjid bersejarah bisa memberikan perspektif baru tentang bagaimana Islam berkembang di berbagai belahan dunia.

3. Staycation di Tempat yang Menenangkan

Tidak semua orang memilih untuk mudik ke kampung halaman. Bagi yang ingin merayakan Lebaran dengan suasana lebih tenang, staycation bisa menjadi pilihan yang menarik.

Staycation tidak harus di hotel mewah, tetapi bisa dilakukan di tempat-tempat yang memberikan ketenangan, seperti villa di pegunungan, resor bernuansa Islami, atau glamping di tengah alam. 

Suasana yang nyaman dan damai dapat memberikan kesempatan untuk lebih banyak melakukan refleksi diri, beribadah dengan khusyuk, atau sekadar menikmati momen me-time setelah bulan Ramadhan yang penuh aktivitas.

Selain itu, staycation juga bisa menjadi pilihan bagi yang ingin berkumpul dengan keluarga tetapi tetap memiliki ruang pribadi untuk menikmati liburan dengan cara yang lebih santai dan mindful.

4. Membuat Spiritual Bucket List untuk Pasca-Lebaran

Salah satu tantangan setelah Lebaran adalah bagaimana menjaga semangat spiritual agar tidak menurun ketika kembali ke rutinitas harian. 

Untuk itu, membuat spiritual bucket list bisa menjadi solusi yang efektif. Bucket list ini bisa berisi berbagai target ibadah atau perjalanan spiritual yang ingin dilakukan dalam waktu dekat. 

Misalnya menyelesaikan hafalan surat tertentu dalam Al-Qur’an, rutin mengikuti kajian Islam atau bergabung dengan komunitas religius hingga merencanakan perjalanan ke destinasi Islami seperti umrah atau kunjungan ke negara dengan sejarah Islam yang kaya.

Menulis target-target ini akan membantu menjaga motivasi dan membuat perjalanan spiritual kita lebih terencana. Dengan memiliki visi jangka panjang dalam beribadah, kita bisa lebih mudah menjaga konsistensi setelah euforia Lebaran berlalu.

Spesial menyambut musim Lebaran, AirAsia Move memberikan diskon hingga Rp380 ribu untuk paket bundling tiket pesawat AirAsia dan hotel. Cukup masukkan kode promo SNAPNOW dan lakukan pembayaran dengan kartu berlogo VISA untuk menikmati potongan harga tambahan.

"Kami ingin mendukung setiap orang untuk kembali terhubung, baik dengan keluarga yang dirindukan maupun dengan dirinya sendiri dalam momen refleksi," kata Marketing Manager AirAsia Move Indonesia, Amelia Virginia.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI