Suara.com - Aksi saling sindir antara Ahmad Dhani dan Ariel Noah menjadi topik hangat belakangan ini. Hal tersebut lantaran mereka memiliki pandangan berbeda terkait direct license yang saat ini sedang jadi perbincangan hangat dalam industri musik.
Ahmad Dhani beserta Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI) masih kukuh dengan pendiriannya yang mendukung direct license.
Di sisi lain, Ariel Noah yang sekarang menjabat sebagai Wakil Ketua Vibrasi Suara Indonesia (VISI) punya pandangan berbeda, dengan mengatakan bahwa direct license belum diatur dengan jelas.

Dengan tegas, Ariel menolak penerapan direct license karena menurutnya sistem yang saat ini berlaku sudah memiliki regulasi yang jelas dan diatur oleh negara.
"Direct license kan belum diatur oleh negara. Kita laksanakan yang sudah ada aturannya. Memang gak dilarang, tapi aturannya gimana?" papar Ariel Noah.
Alhasil, perbedaan pendapat tersebut membuat publik penasaran dengan apa itu direct license dan mengapa menjadi bahan perdebatan antar musisi?
Pengertian Direct License
Direct license adalah perjanjian lisensi langsung antara pencipta lagu atau pemilik hak cipta dengan pihak yang ingin menggunakan karya tersebut, tanpa melalui lembaga manajemen kolektif atau perantara lainnya.
Dalam sistem ini, pemilik hak cipta atau pencipta lagu bisa secara langsung mengatur ketentuan penggunaan, biaya dan hak atas karyanya kepada penyanyi, misalnya jika ada yang ingin membutuhkan izin penggunaan karya.
Baca Juga: Disentil Ahmad Dhani Sok Kaya, Ini 8 Sumber Kekayaan Ariel NOAH
Oleh karenanya, Ahmad Dhani dan kawan-kawan beranggapan bahwa dengan menerapkan direct license, pencipta lagu tidak perlu lagi melibatkan Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) dalam urusan hak cipta.
Seperti diketahui, saat ini Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) berfungsi sebagai perantara dalam mengumpulkan dan mendistribusikan royalti.
Dengan sistem direct license yang diperjuangkan, Ahmad Dhani dan beberapa pencipta lagu lainnya berharap dapat mengatur sendiri bagaimana perjanjian kepada para penyanyi.
Kendati terlihat cukup sederhana, di sisi lain, pihak yang menolak sistem ini merasa khawatir bisa menyulitkan proses pengumpulan royalti, terutama bagi musisi yang belum memiliki jaringan luas.
Tak sedikit pula yang menilai bahwa tanpa lembaga perantara seperti LMKN, para musisi terutama musisi kecil akan merasa kesulitan dalam mendapat hak secara adil, sebab negosiasi lisensi akan lebih menguntungkan pihak yang memiliki pengaruh besar di industri.
Sampai saat ini, belum ada keputusan resmi terkait penerapan direct license dan masih menjadi perdebatan di kalangan pelaku industri musik.
Ahmad Dhani Sentil Kekayaan Ariel Noah

Ahmad Dhani memberikan komentar keras atas keputusan Ariel Noah yang mengizinkan semua orang nyanyikan lagu ciptannya. Dhani menyebut Ariel egois lantaran hanya memikirkan diri sendiri.
Diketahui sebelumnya, Ariel awalnya menyatakan mengizinkan orang-orang menyanyikan lagunya asalkan melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK).
"Ariel itu, artinya dia memikirkan diri sendiri. Dia memang tidak tercipta memikirkan orang lain," kata Ahmad Dhani dalam konferensi pers di Senayan, Jakarta Pusat pada Jumat (21/3/2025).
"Jadi Ariel tidak tercipta untuk memikirkan hajat hidup orang banyak," imbuhnya.
Dhani menyebut Ariel dengan tak memikirkan pencipta lagu lain malah terlihat sok kaya.
"Menurut saya, mereka yang bilang bahwa boleh silahkan bawakan lagu saya entah izin dulu, itu sok kaya raya," kata Ahmad Dhani.
"Padahal belum tentu lewatin saya kayanya," ujar dia lagi.
Tak hanya itu, Ahmad Dhani yang kini menjabat sebagai anggota DPR RI juga menyebut Ariel salah gaul sehingga memiliki pandangan yang berbeda.
"Jadi kalau Ariel karena dia salah pergaulan," kata Ahmad Dhani.
"Dia ngomongnya bahwa aturan dari pemerintah. Padahal perjanjian itu bisa dilakukan antara pencipta lagu dan penyanyi," tambahnya.
Dhani juga berpesan pada Ariel dan teman-teman penyanyi lainnya untuk jangan cengeng dan bersikap kekanak-kanakan.
"Jadi Ariel dan kawan-kawan jangan cengeng, jangan kekanak-kanakan, nggak perlu pemerintah untuk mengatur pengaturan hak ekonomi pencipta yang digunakan oleh para penyanyi, enggak perlu," kata Ahmad Dhani.
Kontributor : Damayanti Kahyangan