Suara.com - Sosok WIllie Salim jadi sorotan setelah membuat konten rendang 200 kilogram hilang saat masak besar di Palembang, Sumatera Selatan. Willie mulanya mengaku rendangnya raib dalam sekejab padahal belum matang.
Hal itu rupanya memicu kontroversi. Bahkan sentimen negatif kepada warga setempat hingga memancing sejumlah figur publik untuk bersuara, salah satunya Helmy Yahya.
Presenter senior, aktor sekaligus produser itu memiliki darah Palembang. Helmy menyayangkan konten yang dibuat Willie Salim.
"Gak bisa begitu sebagai konten kreator. Pikirkanlah, gak semua yang kita lakukan untuk mengejar konten, views melakukan hal-hal seperti ini. Mungkin Anda tidak sadar, atau mungkin sadar apa yang dilakukan sekarang itu memperlakukan sebagian orang-orang Palembang. Gak segitunya kali, orang-orang Palembang tercitrakan begini," sentil Helmy Yahya.

Helmy turut menyinggung dugaan settingan di balik konten yang dibuat oleh sang YouTuber. Sebagai orang yang juga terjun di industri kreatif, Helmy meminta Willie untuk bersikap bijak tak sekadar mencari penonton namun juga memikirkan dampak sosialnya.
"Ini kan masalah persepsi, 'wah orang Palembang gak bisa diatur, rakus, yang belum matang bisa diambil, bawa ember dan sebagainya' sehingga banyak yang menduga ini settingan. Silakan melakukan kreativitas apapun tapi pikirkan dampaknya," sambungnya.
Tak hanya Helmy Yahya, Chef Arnold Poernomo, Bobon Santoso hingga Fenita Arie juga mengkritisi konten Willie Salim. Bahkan Bobon yang sudah berpengalaman dengan konten masak besar turut memberikan sentilan menohok.
"Gue pasti buktiin bahwa jika terkoordinir dengan benar gak ada nada asumsi seliar ini. Begitu kalau orang cuma niatan buat konten, gak dari hati. Buat masyarakat Kota Palembang sabar ya," tulisnya di Story Instagram.
Bersamaan dengan itu, menarik disimak pendidikan Willie Salim yang kerap disorot karena kontennya. Memanganya sang kreator konten lulusan mana?
Baca Juga: Willie Salim Akhirnya Minta Maaf soal Konten Masak Rendang: Sepenuhnya Salah Saya
Pendidikan Willie Salim
![Willie Salim. [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/03/22/31609-willie-salim.jpg)
Usut punya usut, Willie Salim diketahui merupakan lulusan SMA. Laki-laki kelahiran Toboali, Bangka Belitung 27 Mei 2022 itu sempat menceritakan riwayat pendidikannya dalam sebuah siniar.
Dari SD hingg SMP, Willie Salim menempuh pendidikan di kampung halamannya. Setelah lulus, ia memilih pindah ke Jakarta.
Willie Salim lantas mengenyam pendidikan di SMA Kristen 1 BPK Penabur Tajung Duren. Saat SMA, Willie mengaku sempat mengalami kendala bahasa karena teman-teman dan guru-guru memakai bahasa Inggris. Karena itu, ia pun termotivasi untuk belajar bahasa asing.
Meski kini terkenal dengan konten bagi-bagi, Willie Salim mengaku dirinya bukan terlahir dari keluarga kaya raya. Bahkan, orang tuanya sampai harus berutang dan menjual mobil demi membiayai sekolahnya.
Willie Salim Minta Maaf
Buntut konten rendang hilang yang membuat geger, Willie Salim menyampaikan permohonan maaf kepada warga Palembang via media sosial.
"Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya untuk seluruh warga Palembang yang tersakiti gara-gara kejadian rendang viral itu. Banyak narasi yang tidak enak terhadap warga Palembang. Jujur ini bukan salah warga Palembang. Ini sepenuhnya salah saya," kata dia.
YouTuber dengan 37 juta subsribers itu menyadari kurang persiapan karena baru pertama kali memasak dengan orang sebanyak itu. Willie mengatakan awalnya dirinya murni hanya ingin berbagi rendang kepada warga di bulan Ramadan, namun kaget dengan reaksi yang muncul.
"Tidak ada rasa kekecewaan sama sekali terhadap rendang yang hilang, malah aku senang sekali dengan antusias warga. Pada akhirnya rendang dimasak untuk warga. Aku hanya kaget melihat antusiasme warga," tambahnya.
Lebih lanjut, sosok berusia 22 tahun itu membantah kontennya settingan. Ia menyadari kesalahannya dan meminta publik untuk tak menyalahkan warga Palembang.
"Jadi pelajaran buat aku, aku tidak merekayasa yang terjadi. Aku hanya tidak memperhitungkan hal itu bisa terjadi. Itu kebodohanku. Mohon jangan salahkan warga Palembang, jika aku masak lebih awal dan mempertimbangkan lebih matang mungkin hal ini tidak terjadi," pungkasnya.