"Tapi apa yang kamu lakukan itu menampar cukup banyak orang. Dan saya adalah orang yang ikut andil, ya, dalam merangka bagaimana membuat Palembang itu menjadi kota yang makin baik, makin baik. Jadi sekali lagi, Willy Salim, saya menunggu sikapmu," tukasnya.
Menurut Helmy, insiden ini bukan hanya tentang makanan yang hilang, tetapi tentang bagaimana sebuah aksi berbagi bisa menjadi bumerang jika tidak dipikirkan dengan matang.
Ia berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi para kreator konten untuk lebih bertanggung jawab dalam membuat dan menyebarkan konten mereka.
Pada akhirnya, peristiwa hilangnya daging rendang ini membuka diskusi lebih luas tentang etika dalam dunia digital.
Di era di mana viralitas menjadi tujuan utama banyak kreator, penting bagi mereka untuk mempertimbangkan tidak hanya jumlah penonton, tetapi juga dampak sosial dari apa yang mereka lakukan.