Sebagai stimulan, nikotin dapat menyebabkan gangguan tidur dan membuat perokok sulit mendapatkan kualitas tidur yang baik.
4. Menurunkan daya ingat
Peningkatan kadar karbon monoksida dalam darah akibat merokok dapat mengganggu fungsi otak dan menyebabkan disfungsi memori dalam jangka panjang.
Tak hanya itu, penderita skizofrenia juga cenderung lebih sering merokok dibandingkan orang lain. Salah satu mitos yang beredar adalah bahwa merokok bisa meningkatkan konsentrasi.
Namun, faktanya, konsumsi nikotin berlebih justru dapat menyebabkan kesulitan berkonsentrasi.
Oleh karena itu, penting bagi para perokok untuk mulai mempertimbangkan dampak negatif merokok terhadap kesehatan mental, selain risiko penyakit fisik yang sudah banyak diketahui.
Berhenti Merokok Kurangi Kecemasan
Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam The British Journal of Psychiatry menemukan bahwa berhenti merokok dapat menurunkan tingkat kecemasan secara signifikan.
Studi ini dilakukan terhadap 500 perokok yang menjalani terapi berhenti merokok, di mana 68 orang yang berhasil berhenti dalam enam bulan menunjukkan penurunan kecemasan yang mencolok.
![Berhenti merokok bisa mengurangi rasa cemas. [Dok. Antara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/03/22/83781-rokok.jpg)
Dampak dari berhenti merokok ini berpengaruh besar terhadap suasana hati dan rasa cemas yang berlebihan, dibandingkan dengan mereka yang tetap merokok untuk kesenangan semata.