Suara.com - Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat untuk penetapan awal Ramadhan 2025. Masyarakat pun bisa memantau hasilnya secara daring dengan mengakses link live streaming sidang isbat penentuan 1 Ramadhan 2025 yang telah disiapkan. Namun yang menjadi pertanyaan banyak orang, kapan sidang isbat penentuan 1 Ramadhan 2025?
Berdasarkan pengertian dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), isbat memiliki makna penetapan dan penentuan. Sehingga secara bahasa sidang isbat dapat diartikan sebagai sidang yang dilaksanakan untuk menetapkan atau menentukan awal bulan dalam kalender Hijriyah. Sebagaimana diketahui, sidang Isbat ini dijadikan sebagai metode untuk menetapkan awal Ramadhan oleh Pemerintah.
Tahapan Sidang Isbat
Berdasarkan pelaksanaannya, sidang isbat dilakukan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) beserta pihak-pihak terkait. Sidang isbat dibagi menjadi tiga tahap, antara lain yaitu:
• Pemaparan posisi hilal (untuk Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha)
• Pelaksanaan sidang isbat
• Telekonferensi pers hasil sidang isbat.
Kapan Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadhan 2025?
Mengutip dari situs resmi Kementerian Agama, sidang isbat penentuan awal puasa 2025 akan dilaksanakan pada tanggal 29 Syaban yang bertepatan pada Jumat, 28 Februari 2025. Sidang ini akan dilaksanakan di Auditorium H.M. Rasjidi, Kementerian Agama, Jakarta Pusat dan dipimpin oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Baca Juga: Pemerintah Diminta Tak Abaikan Pengembangan Kawasan Pesisir Utara Jakarta, Mengapa?
Pelaksanaan sidang Isbat dihadiri oleh banyak pihak termasuk perwakilan ormas Islam, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Informasi Geospasial, Badan Riset dan Inovasi Nasional, ahli falak, perwakilan DPR, serta Mahkamah Agung.
Link Live Streaming Sidang Isbat Awal Ramadhan 2025
Pemaparan data posisi hilal dan musyawarah pengambilan keputusan sekaligus hasil sidang isbat dapat disaksikan secara live streaming melalui laman YouTube Bimas Islam TV serta melalui sejumlah siaran di TV nasional. Masyarakat bisa memantau pelaksanaan live streaming sidang isbat awal Ramadhan 2025 melalui link berikut:
• Bimas Islam TV: https://youtube.com/@bimasislamtv?si=3ORA7GwDVwiK5Vx9
• Kemenag RI: https://youtube.com/@kementerianagamapusat?si=C6o6-qaawC2baT-e
Metode Penentuan Awal Ramadhan Melalui Sidang Isbat
Sidang isbat yang diselenggarakan pemerintah akan mempertimbangkan metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyatul hilal (pengamatan bulan). Lantas apa perbedaan dari keduanya?
Metode Hisab
Melansir dari berbagai sumber, metode hisab adalah penghitungan secara matematis dan astronomis untuk menentukan posisi bulan sebagai penanda dimulainya awal bulan dalam kalender Hijriah. Terdapat berbagai rujukan atau kitab yang digunakan untuk palaksanaan hisab di Indonesia.
Seiring dengan berjalannya waktu, metode hisab juga ada yang menggunakan sistem kontemporer. Caranya, yaitu menggunakan rumus-rumus yang ada pada kitab itu, misalnya bagaimana cara untuk menghitung awal bulan dengan data astronomis yang ada.
Metode Rukyat
Rukyat merupakan sebuah aktivitas pengamatan visibilitas hilal (bulan sabit) yang dilakukan ketika Matahari terbenam menjelang awal bulan dalam Kalender Hijriah. Biasanya, metode Rukyat digunakan ini untuk menentukan awal bulan Zulhijah, Ramadhan, hinhha Syawal.
Saay melakukan pemantauan, Kemenag akan bekerja sama dengan organisasi masyarakat Islam, pakar BMKG, pakar Lapan, serta pondok pesantren yang telah melakukan penghitungan di wilayahnya.
Penghitungan ini dilakukan untuk menghindari terjadinya "salah lihat". Sebab, apabila tinggi hilal ada di bawah 2 atau 4 derajat, maka kemungkinan obyek yang dilihat bukanlah hilal, melainkan bintang, lampu kapal, serta obyek lainnya. Hilal dapat dilihat dengan ketinggian minimal 2 derajat, elongasi (jarak sudut matahari-bulan) 3 derajat, serta umur minimal 8 jam ketika ijtimak.
Menurut data hisab, ijtimak terjadi pada hari Jumat, 28 Februari 2025, pukul 07.44 WIB besok. Pada saat itu, ketinggian hilal di wilayah Indonesia diperkirakan antara 3° 5,91' hingga 4° 40,96', dengan sudut elongasi antara 4° 47,03' hingga 6° 24,14'. Sesuai dengan kriteria Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), hilal kemungkinan akan terlihat. Meski demikian, keputusan akhir tetap menunggu hasil dari sidang isbat.
Demikian ulasan terkait kapan sidang isbat penentuan 1 Ramadhan 2025. Semoga informasi ini bermanfaat dan menjadi pedoman bagi umat Islam yang akan melaksanakan ibadah puasa Ramadhan.
Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari